KAI Operasikan 780 Gerbong Datar untuk Perkuat Distribusi Energi
- 17 Apr 2026 23:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia menambah 780 unit gerbong datar produksi dalam negeri untuk meningkatkan kapasitas angkutan logistik di wilayah Sumatera Selatan.
- KAI mengalokasikan total investasi senilai Rp1,05 triliun guna menyediakan 1.125 unit gerbong baru untuk memperkuat ketahanan distribusi energi nasional.
- Manajemen KAI fokus mencapai target pengangkutan komoditas strategis jangka panjang sebesar 111,2 juta ton pada tahun 2029 secara efektif.
RRI.CO.ID, Palembang - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengoperasikan 780 unit gerbong datar baru guna memperkuat distribusi energi wilayah Sumatra Selatan. Penambahan sarana logistik tersebut bertujuan mendukung kapasitas angkutan barang sekaligus meningkatkan produktivitas sektor industri dalam negeri.
“Penguatan sarana angkutan barang ini kami arahkan untuk memastikan distribusi komoditas strategis, termasuk batu bara untuk pembangkit listrik, dapat berjalan konsisten dan tepat waktu. Di sisi lain, penggunaan produk dalam negeri menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai tambah bagi industri nasional,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya, Jumat, 17 April 2026.
Unit gerbong datar tipe baru tersebut sekarang sudah dikirimkan menuju wilayah operasional Simpang daerah Divisi Regional III Palembang. PT KAI memastikan pengoperasian infrastruktur pendukung logistik sudah melalui proses verifikasi teknis pada fasilitas produksi di Banyuwangi.
Satu rangkaian tambahan sedang menjalani proses bongkar muat sedangkan satu unit lagi masih berada dalam perjalanan dari Banyuwangi. Rangkaian tersebut dijadwalkan mengikuti proses pengujian statis menyeluruh untuk memastikan standar keamanan serta kelayakan fungsi armada transportasi.
PT KAI menambah ketersediaan sarana logistik baru secara masif demi mencapai keunggulan layanan operasional angkutan barang. Keseluruhan sarana perkeretaapian itu diproduksi secara langsung oleh pabrikan nasional PT Industri Kereta Api (INKA) di Banyuwangi.
PT KAI telah mengalokasikan total investasi cukup besar untuk meningkatkan daya saing sistem logistik berbasis rel. Kebijakan ini sekaligus mendorong kemandirian ekosistem manufaktur dengan cara menggunakan komponen asli dalam negeri pada setiap proses pembuatan.
Pihaknya menggunakan jenis gerbong dengan kekuatan khusus untuk menampung muatan komoditas pertambangan maupun peti kemas yang sangat berat. Jenis alat angkut berdimensi lebar tersebut diproyeksikan menjadi sarana utama penopang distribusi energi secara efisien dan terpadu.
“Investasi sebesar Rp1,05 triliun yang dialokasikan untuk pengadaan 1.125 unit gerbong ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing angkutan barang berbasis rel, sekaligus mempertegas keberpihakan pada produk dalam negeri. Arah pengembangan ini juga mendukung pergeseran distribusi logistik ke moda yang lebih efisien dan rendah emisi,” ujar Anne Purba.
Pengelola terus menjaga kualitas operasional angkutan batu bara untuk menjamin terpenuhinya stok kebutuhan sumber daya pembangkit listrik nasional. Skema pembangunan itu diharapkan bisa mencapai tingkat produktivitas angkutan secara optimal sesuai visi besar jangka panjang manajemen perusahaaan.
“Pengadaan ini menjadi bagian dari langkah jangka panjang KAI dalam mencapai target RJPP 2029, di mana angkutan batu bara ditargetkan mencapai 111,2 juta ton dan barang non-batu bara sebesar 10,9 juta ton. Kami juga memastikan bahwa penguatan sarana ini berjalan selaras dengan upaya mendorong industri dalam negeri agar semakin kompetitif,” katanya.
“Melalui penguatan sarana ini, KAI terus memperluas perannya dalam sistem logistik nasional. Setiap pengiriman yang berjalan selain untuk menjaga kelancaran distribusi barang dan pasokan energi, juga menjadi bagian dari dukungan terhadap kemajuan industri nasional,” ujar Executive Vice President Corporate Secretary PT KAI Wisnu Pramudya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....