Dirut PLN Raih Penghargaan Green Leadership PROPER
- 09 Apr 2026 02:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Darmawan Prasodjo memperoleh gelar Green Leadership PROPER atas upaya transisi energi hijau secara berkelanjutan.
- PT PLN sukses meraih sebelas peringkat PROPER Emas melalui pengintegrasian prinsip keberlanjutan dalam operasional bisnis.
- Fasilitas Green Hydrogen Plant kini beroperasi di 22 lokasi untuk mengurangi angka emisi gas rumah kaca.
RRI.CO.ID, Jakarta - Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Darmawan Prasodjo kembali mendapatkan penghargaan bergengsi pada ajang nasional. Ia menerima apresiasi kategori Green Leadership dalam acara Anugerah Lingkungan PROPER 2025, pada Selasa, 7 April 2026.
Penghargaan ini menegaskan komitmen kuat pimpinan PLN untuk mempercepat langkah transisi energi yang ramah lingkungan. Prestasi ini diberikan Kementerian Lingkungan Hidup karena kontribusi besar industri dalam pembangunan ekonomi nasional.
"Kepada teman-teman pimpinan perusahaan, CEO (Chief Executive Officer), diucapkan terima kasih yang luar biasa dari kami. Bagian dari compliance yang telah Bapak lakukan berkontribusi serius dalam rangka membangun banyak hal, mulai dari efisiensi sumber daya kita, kemudian pencegahan pencemaran, dan banyak kemudian kegiatan-kegiatan yang mampu membangun ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Hanif menyerahkan langsung tropi penghargaan ini kepada pimpinan badan usaha milik negara tersebut di Jakarta. Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) mendorong kepatuhan tinggi standar operasional industri hijau.
“Hari ini tentu menjadi hari yang berbahagia untuk kita semua. Yang hadir di depan saya ini sejatinya adalah tokoh-tokoh yang kemudian memberi arah lingkungan hidup di nasional. Sekali lagi terima kasih,” ucapnya.
PLN juga sukses meraih sebanyak sebelas PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau dari hasil evaluasi kinerja operasional. PLN berhasil mencatat peningkatan angka reduksi emisi gas rumah kaca dari 12,9 juta ton menjadi 51,1 juta ton.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas penghargaan yang diberikan. Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik andal yang memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan,” ujar Darmawan Prasodjo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Pihak manajemen secara aktif terus mengembangkan bauran energi baru terbarukan (EBT) demi memenuhi target besar pembangunan nasional. Pembangunan infrastruktur listrik masa depan kini berfokus sepenuhnya pada penurunan angka emisi karbon demi kelestarian alam Indonesia.
“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau, kolaborasi global, dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. PROPER adalah momentum untuk bertransformasi dari sekadar compliance menjadi lead dalam transisi energi. Kini tugas PLN bukan hanya menyediakan listrik yang andal, tapi juga memastikan listrik tersebut semakin bersih, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat,” katanya.
Pengembangan kapasitas energi terbarukan milik perusahaan kini sudah mencapai angka 9,4 gigawatt (GW) sepanjang tahun 2025 lalu. Produksi listrik berbasis gas juga turut mengalami kenaikan hingga mencapai total 33,7 terawatt hour (TWh) secara konsisten.
Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Muara Karang Jakarta memelopori pengoperasian fasilitas pabrik hidrogen hijau pertama tersebut. Sementara itu Green Hydrogen Plant (GHP) berbasis panas bumi telah beroperasi pula di wilayah Kamojang Jawa Barat.
Kini sudah ada 22 lokasi fasilitas hidrogen hijau yang beroperasi secara penuh pada berbagai wilayah di Indonesia. Kapasitas produksi dari seluruh fasilitas canggih ini sanggup menghasilkan total pasokan hidrogen bersih sekitar 203 ton pertahun.
”Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....