Pengguna LRT Jabodebek Naik 22 Persen selama Triwulan I 2026
- 08 Apr 2026 22:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pertumbuhan jumlah penumpang LRT Jabodebek sebesar 22 persen pada kuartal pertama 2026.
- Peningkatan jumlah pengguna moda transportasi massal ini dipengaruhi oleh perubahan pola mobilitas masyarakat perkotaan yang mengutamakan efisiensi.
- Integrasi antarmoda di stasiun strategis seperti Dukuh Atas mempermudah pergerakan penumpang menuju pusat aktivitas bisnis dan juga perkantoran.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan jumlah pengguna LRT Jabodebek sebesar 22 persen. Total penumpang yang terlayani pada periode Januari-Maret 2026 mencapai 7.754.946 pengguna.
Manager of Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika menyebut peningkatan itu sebagai tanda adanya perubahan mobilitas masyarakat. Perolehan tersebut menunjukkan penambahan 1.403.663 orang dibandingkan periode yang sama selama 2025.
“LRT Jabodebek menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat yang menawarkan ketepatan waktu, konektivitas dengan lokasi pusat aktivitas perkantoran, integrasi antarmoda, dan bebas dari kemacetan,” ucap Radhitya, Rabu, 8 April 2026.
Rata-rata pengguna harian pada hari kerja meningkat 27 persen atau menjadi 113.898 penumpang harian. Sementara itu jumlah pengguna saat akhir pekan mencapai 42.829 orang setiap harinya.
Jumlah penumpang pada Januari mencapai 2.714.594 orang dan Februari melayani 2.530.000 pengguna. KAI menyampaikan data jumlah penumpang moda transportasi pada Maret 2026 mencapai 2.510.352 orang.
| Baca juga: Pengguna LRT Jabodebek Maret 2026 Meningkat |
Lima stasiun favorit masyarakat adalah Dukuh Atas, Harjamukti, Pancoran, Kuningan, dan Cikoko. Lokasi stasiun dinilai sangat strategis dalam menunjang konektivitas dan pergerakan warga urban di dalam pusat Kota Jakarta.
Penumpang melakukan integrasi moda dengan Kereta Rel Listrik (KRL) serta layanan armada bus TransJakarta di Stasiun Dukuh Atas. Keberadaan integrasi tersebut memudahkan perpindahan transportasi publik secara efisien demi mendukung mobilitas masyarakat.
Wilayah Kuningan dan Pancoran menjadi simpul utama pergerakan masyarakat karena berada di jantung kawasan pusat aktivitas bisnis. Stasiun Harjamukti turut menjadi akses penting bagi warga daerah penyangga menuju kawasan pusat Kota Jakarta setiap hari.
“KAI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengguna yang memberikan kepercayaan mobilitasnya menggunakan LRT Jabodebek. Hal ini menjadi dorongan bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan, sekaligus mendukung pengembangan transportasi publik di Indonesia,” ujar Radhitya.
"Setiap harinya saat bekerja,saya menggunakan transportasi antar moda,dari mulai KRL dan LRT Jabodebek. Kenyamanan dan ketepatan waktu,saya dan keluarga nikmatin setiap saatnya," kata Ayu, penumpang LRT Jabodebek kepada RRI.
LRT Jabodebek akan terus diperkuat untuk memberikan pelayanan handal yang tetap berorientasi pada aspek efisiensi waktu perjalanan. Perusahaan transportasi ini konsisten menghadirkan konektivitas antarmoda bagi masyarakat luas di wilayah Jakarta dan daerah penyangga sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....