Kemenperin: Ekspor Pulp dan Kertas RI Tembus 8 Miliar Dolar AS pada Tahun 2025
- 07 Apr 2026 15:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ekspor industri pulp dan kertas Indonesia mencapai 8,17 miliar dolar AS pada 2025 dan menjadi penopang manufaktur nasional.
- Sektor ini menyerap 1,4 juta tenaga kerja serta berkontribusi 3,73 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.
- Industri terus berkembang dengan inovasi bahan baku ramah lingkungan dan penerapan prinsip ekonomi sirkular.
RRI.CO.ID, Jakarta - Realisasi ekspor gabungan industri bubur kertas (pulp) dan kertas nasional berhasil mencatatkan angka 8,17 miliar dolar AS. Capaian sektor manufaktur tersebut menjadi pilar strategis yang memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi nasional.
Nilai pengapalan bubur kertas menyumbang angka sebesar 3,60 miliar dolar AS sepanjang periode tahun 2025. Sedangkan komoditas kertas berhasil mencatatkan nilai penjualan ke pasar luar negeri sebesar 4,57 miliar dolar AS.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa sektor ini merupakan penopang utama manufaktur di Indonesia. Ia menilai penyerapan tenaga kerja yang mencapai 1,4 juta orang mencerminkan dampak ekonomi sangat luas.
“Kontribusi sektor industri ini kepada PDB pengolahan nonmigas telah menunjukkan sebagai salah satu penopang utama manufaktur nasional. Penyerapan lebih dari 1,4 juta tenaga kerja telah mencerminkan dampak sektor industri pulp dan kertas terhadap perekonomian nasional,” ujar Agus di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Pemerintah mencatat bahwa industri kertas memberikan kontribusi sebesar 3,73 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Sektor ini juga melibatkan sebanyak 113 perusahaan yang beroperasi aktif memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global.
Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika menegaskan industri ini memiliki daya ungkit besar. Ia menyebutkan produk hilir berkualitas seperti tisu hingga rayon telah dimanfaatkan secara luas oleh berbagai industri.
“Industri ini menghasilkan berbagai produk berkualitas seperti pulp, kertas industri, tisu, kertas khusus, hingga rayon atau viscose. Produk-produk tersebut dimanfaatkan secara luas oleh berbagai sektor industri,” ujar Putu.
Putu menjelaskan bahwa peluang pasar dunia untuk kemasan berbasis kertas saat ini masih terbuka lebar. Nilai pasar kemasan fleksibel secara global diproyeksikan akan terus tumbuh sekitar lima hingga enam persen tiap tahun.
Lanjutnya, industri nasional mulai mengadopsi penggunaan serat alternatif dari tandan kosong kelapa sawit serta tanaman kenaf. Inovasi bahan baku tersebut dilakukan guna memperkuat ekosistem industri hijau yang lebih aman dan berkelanjutan.
“Terlepas dari tantangan tersebut, industri pulp dan kertas nasional tetap menunjukkan perkembangan yang positif. Sektor ini tetap mengedepankan prinsip industri hijau dan ekonomi sirkular,” kata Putu.
Putu meminta Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah. Sinergi yang kuat diharapkan mampu menciptakan variasi produk kertas yang sesuai dengan dinamika permintaan pasar dunia.
“Kami mengharapkan agar APKI dapat terus menjadi mitra pemerintah untuk mendukung pertumbuhan sektor industri nasional. Melalui sinergi yang semakin kuat, kita optimalkan potensi yang dimiliki untuk menciptakan produk kertas yang sesuai permintaan pasar, ramah lingkungan, serta memiliki ragam yang semakin bervariasi,” ucap Putu.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memberlakukan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk kemasan pangan sejak Juli 2025. Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 6 Tahun 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan aspek keamanan serta mutu.
Indonesia kini menempati peringkat ke-2 di kawasan Asia untuk kapasitas produksi pada industri bubur kertas global. Posisi tersebut memberikan peluang strategis bagi tanah air untuk memperluas akses pasar ke wilayah Rusia dan Eurasia.
Data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Februari 2026 menunjukkan sinyal ekspansif pada level angka sebesar 54,02. Kondisi makro yang positif ini diyakini akan terus mendorong daya saing manufaktur pulp dan kertas nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....