Aksi Nyata Hemat Energi, Pertamina Patra Niaga Peringati "Earth Hour"

  • 30 Mar 2026 10:27 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga berkontribusi dalam aksi Earth Hour 2026. Kegiatan berlangsung di seluruh wilayah operasi kilang secara serentak, Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 20.30 hingga 21.30 WIB.

Di antaranya Kilang Dumai di Riau dan Kilang Kasim di Papua Barat Daya. Program ini merupakan bagian dari gerakan global yang diinisiasi World Wide Fund for Nature.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengingatkan pentingnya perilaku hemat energi bagi pekerja dan keluarga. "Pertamina Patra Niaga telah melaksanakan Earth Hour sejak beberapa tahun lalu," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin 30 Maret 2026.

Para pekerja bersama masyarakat dunia memperingati Earth Hour sebagai bentuk kepedulian lingkungan. Aksi ini menyoroti isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan global.

Earth Hour dilakukan dengan mematikan lampu dan perangkat listrik tidak diperlukan. Langkah ini menjadi simbol komitmen penghematan energi dan perlindungan bumi.

Menurut Roberth, kegiatan ini relevan untuk semua lapisan masyarakat. "Earth Hour menjadi momentum penting meningkatkan kesadaran gaya hidup berkelanjutan," katanya.

Roberth menegaskan, Earth Hour bukan sekadar mematikan lampu selama satu jam. Menurut dia, perubahan kecil dapat berdampak besar jika dilakukan konsisten.

Bahkan, kepedulian lingkungan harus terus ditingkatkan. "Penghematan energi dan pengurangan emisi karbon menjadi tujuan utama gerakan ini," ucapnya.

Aksi ini diharapkan menjadi contoh nyata bagi masyarakat luas. Partisipasi tidak hanya dilakukan selama satu jam saja.

Roberth lalu mengajak masyarakat bijak menggunakan energi setiap hari. "Langkah sederhana seperti mematikan lampu dan memakai alat hemat energi sangat membantu," ujarnya.

Roberth menyebut kegiatan ini menghemat listrik sekitar 9 MW selama pelaksanaan. Emisi karbon berkurang sekitar 6 ton CO2 ekuivalen dan hemat BBM signifikan.

Dia lalu mengajak masyarakat menjaga lingkungan demi kenyamanan bersama. "Peringatan ini hanya simbolisasi, tetapi perilaku hemat energi harus menjadi budaya," katanya.

Roberth juga mengapresiasi masyarakat yang sudah menerapkan hemat energi. Dia menegaskan penggunaan energi wajar penting serta menghindari perilaku panic buying.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....