Bantuan Beras dan Minyak Goreng Mulai Disalurkan ke 3.427 Penerima

  • 11 Mar 2026 02:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini menjadi bagian dari stimulus ekonomi menjelang Idulfitri.

Penyaluran dilakukan atas penugasan Badan Pangan Nasional kepada Perum Bulog. Hingga pekan pertama Maret, bantuan telah diterima sebanyak 3.427 penerima.

Bantuan yang disalurkan mencapai 68.540 kilogram beras. Selain itu terdapat 13.708 liter minyak goreng.

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional Rachmi Widiriani mengatakan penyaluran akan terus dipercepat. Pemerintah ingin bantuan segera diterima masyarakat menjelang Idulfitri.

“Bantuan pangan akan terus digelontorkan. Disesuaikan menjelang Idulfitri yang sebentar lagi dirayakan masyarakat,” ucapnya di Jakarta, Selasa 10 maret 2026.

Ia mengatakan penyaluran telah dimulai di beberapa provinsi. Daerah tersebut antara lain Sumatra Utara, Jawa Timur, Bali, Jambi, Banten, dan Sulawesi Selatan.

Salah satu daerah yang mulai menyalurkan bantuan adalah Kota Madiun. Pemerintah daerah menyambut baik program tersebut.

Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, bantuan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Penyaluran juga dinilai tepat waktu menjelang Lebaran.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Terutama membantu menjaga stabilitas inflasi daerah,” ucapnya.

Ia menyebut setiap penerima memperoleh 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Bantuan tersebut disalurkan untuk dua bulan sekaligus.

Badan Pangan Nasional mendorong Bulog di seluruh daerah mempercepat penyaluran bantuan. Program ini diharapkan menjaga daya beli masyarakat.

Bantuan pangan dinilai mampu meringankan pengeluaran rumah tangga. Kebutuhan pangan pokok masyarakat menjadi lebih terjamin.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan konsumsi rumah tangga menjadi penggerak utama ekonomi nasional. Stabilitas konsumsi berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar 5,11 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 2023.

Sementara pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen. Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi COVID-19.

Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman memastikan program bantuan telah siap disalurkan. Ia menegaskan pemerintah bergerak cepat memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Saya sudah tanda tangan untuk 33,2 juta penerima. Ini perintah Presiden untuk meringankan beban masyarakat,” ucapnya.

Program bantuan pangan beras dan minyak goreng memiliki anggaran Rp11,92 triliun. Program ini menyasar 33,2 juta penerima di seluruh Indonesia.

Provinsi dengan penerima terbesar antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Disusul Sumatera Utara dan Banten.

Setiap penerima mendapatkan 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng per bulan. Bantuan disalurkan untuk dua bulan sekaligus.

Untuk penyaluran tersebut, Bulog menyiapkan 664,8 ribu ton beras. Selain itu tersedia 132,9 ribu kiloliter minyak goreng.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....