Angkat Nilai Kebangsaan Indonesia, DPR Ingatkan Penting Perbanyak Film Nasional
- 08 Mar 2026 15:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi VII DPR RI mengingatkan, penting perbanyak produksi film nasional mengangkat identitas budaya, moral, dan nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Terlebih, film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium pendidikan budaya, moral, dan spiritualitas.
Pernyataan tegas ini, diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga. Ia mencontohkan, film 'Antara Mama, Cinta, dan Surga' merupakan karya yang menempatkan nilai budaya, keluarga, dan spiritualitas.
“Akan kami sampaikan kepada mereka untuk memproduksi film-film yang linear dengan wawasan kebangsaan kita. Ada pesan-pesan yang harus dibawakan di dalam sebuah film, baik wisata, nilai-nilai budaya maupun nilai-nilai moral,” kata politikus Golkar ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026.
Selain menyajikan cerita keluarga, ia menilai, film tersebut juga secara tidak langsung mempromosikan destinasi wisata nasional dan internasional. Karena, mengambil latar syuting di kawasan Danau Toba, Sumatra Utara (Sumut).
"Di banyak negara, film terbukti mampu mendorong lonjakan kunjungan wisata ke lokasi yang menjadi latar cerita. Hal serupa bisa terjadi di Indonesia, apabila sineas semakin banyak mengangkat potensi lokal dalam karya mereka," ucap Lamhot.
Kemudian, ia menyoroti, peningkatan kualitas produksi film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, semakin banyak sineas muda berani mengeksplorasi tema-tema sosial, budaya, hingga spiritualitas dengan pendekatan sinematik yang lebih matang.
“Industri film adalah bagian penting dari ekonomi kreatif kita. Jika didukung bersama, bukan hanya sineas yang berkembang, tetapi juga budaya dan ekonomi daerah ikut terangkat,” ujar Lamhot.
Sebelumnya, Penyanyi Muda Anneth Delliecia mengaku, dirinya tertantang memerankan Anindita dalam film Antara Mama, Cinta, dan Surga. Menurutnya, karakter itu berbeda dari film-film yang dibintanginya.
"Saya berperan sebagai Anindita, luar biasa ya sangat tertantang dengan peran Anindita ini. Karena di film-film sebelumnya belum pernah yang background-nya itu kayak Anindita sebenarnya," ucapnya saat ditemui di XXI Arion Mall, Jakarta Timur, Sabtu, 7 Maret 2026.
Meski harus menghadapi berbagai adegan emosional yang menguras air mata, Anneth justru sangat menikmati setiap prosesnya. Tak merasa beban, ia justru menjadikan akting sedih sebagai cara untuk melepaskan emosi.
Sutradara Agustinus Sitorus mengaku, sengaja menyajikan visual yang sederhana tapi efektif. Salah satunya dengan sinematografi yang menangkap keindahan alam Sumatera Utara.
"Penggunaan mimpi sebagai elemen naratif menambah lapisan mistis. Mengingatkan pada pengaruh Nommensen dalam sejarah Batak," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....