PLN Selesaikan Dua Titik Proyek ECRL Malaysia Lebih Cepat
- 08 Mar 2026 02:32 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – PLN Group mencatat pencapaian global setelah mempercepat penyelesaian dua proyek elektrifikasi East Coast Rail Link (ECRL) Malaysia. Proyek tersebut dikerjakan melalui PT PLN Nusantara Power Construction.
Adapun titik tersebut adalah Feeder Station 01 di Tunjung, Kelantan yang diselesaikan 15 hari lebih cepat dari jadwal. Sementara, Feeder Station 09 di Jambu Rias Pahang juga rampung sekitar satu bulan lebih awal.
Keberhasilan percepatan proyek mendapat apresiasi dari Tenaga Switchgear (TSG) selaku Project Delivery Partner (PDP). Apresiasi juga disampaikan Tenaga Nasional Berhad (TNB) sebagai pemilik jaringan listrik.
Head Project Management Office TNB Azreen bin Othman menilai penyelesaian proyek itu sangat membanggakan. Ia menyebut koneksi Gardu Induk Tunjung menuju FS01 dan FS09 sangat penting dalam sistem elektrifikasi ECRL.
“Lebih awal dari target yang ditetapkan. Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan. PLN menunjukkan komitmen dan kesungguhan yang tinggi dalam memastikan proyek ini selesai dengan cepat tanpa mengesampingkan kualitas,” ujar Azreen bin Othman.
ECRL merupakan proyek kereta listrik jalur ganda sepanjang 665 kilometer di Malaysia. Jalur ini menghubungkan Port Klang di Selangor hingga Kota Bharu di Kelantan.
Proyek tersebut sepenuhnya menggunakan listrik untuk layanan penumpang dan angkutan kargo. Operasionalnya diproyeksikan menekan emisi karbon hingga satu juta ton CO2 per tahun saat mulai beroperasi pada 2027.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut capaian ini sebagai bukti transformasi perusahaan. Ia mengatakan keberhasilan tersebut memperkuat ekspansi bisnis PLN di tingkat global.
“Keberhasilan ini menjadi pijakan strategis bagi PLN Group untuk terus memperluas proses bisnis di level internasional. Dengan kompetensi yang dimiliki, kami yakin mampu menyelesaikan proyek sesuai standar internasional sekaligus mengharumkan nama bangsa,” ujar Darmawan.
Dalam proyek ini, PLN tergabung dalam konsorsium Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning. PLN NP menangani pengadaan peralatan utama, sementara PLN NPC bertanggung jawab atas konstruksi dan komisioning.
PLN Group mengerjakan empat dari total 10 Feeder Station dalam proyek ECRL, yakni FS1, FS2, FS9, dan FS10. Proyek ini dimulai pada Juni 2024 dan ditargetkan rampung secara keseluruhan pada Juni 2026.
Direktur Utama PLN NP Ruly Firmansyah menilai percepatan proyek menunjukkan kapabilitas perusahaan nasional. Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa perusahaan Indonesia dapat dipercaya dalam proyek strategis lintas negara.
“Penyelesaian lebih cepat dari target menjadi bukti perusahaan Indonesia mampu bersaing dan dipercaya dalam proyek strategis lintas negara. Ini bukan hanya pencapaian bisnis, tetapi juga kebanggaan nasional,” ujar Ruly.
Direktur Utama PLN NPC, Djarot Hutabri, menjelaskan perusahaannya memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang pembangkitan dan transmisi. Pengalaman tersebut menjadi fondasi dalam mengerjakan proyek elektrifikasi ECRL di Malaysia.
“Capaian ini mencerminkan kapabilitas, profesionalisme, dan komitmen PLN NPC dalam menghadirkan layanan konstruksi ketenagalistrikan berstandar global. Apresiasi dari TSG dan TNB menjadi bukti bahwa kami mampu memberikan nilai tambah bagi mitra strategis,” ujar Djarot.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....