Asosiasi Produsen Benang Sambut Positif Kesepakatan Dagang Indonesia-AS
- 21 Feb 2026 09:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) menyambut baik kesepakatan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump mengenai perdagangan timbal balik. Kesepakatan itu diikuti komitmen pembentukan mekanisme tarif resiprokal 0 persen bagi produk tekstil tertentu Indonesia.
Kesepakatan tersebut membuka peluang produk tekstil dan pakaian Indonesia memperoleh tarif lebih kompetitif di pasar Amerika Serikat. APSyFI menilai langkah ini dapat memperkuat daya saing industri TPT nasional.
Menurut Sekjen APSyFI, Farhan Aqil Syauqi, skema pengaturan volume ekspor TPT akan berdampak positif bagi industri. “Artinya harga bahan baku kapas dari AS lebih murah dan dapat mengurangi biaya operasional industri,” katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Sabtu (21/2/2026).
Biaya bahan baku yang lebih murah diharapkan membuat TPT Indonesia semakin kompetitif dari sisi harga. “Termasuk dari sisi kualitas, karena kita punya track record baik soal kualitas kapas AS yang dikenal tinggi,” ucapnya..
Namun, Farhan meminta pemerintah turut memperbaiki ekosistem industri pertekstilan nasional, khususnya sektor benang dan serat. “Apalagi kapasitas industri pemintalan nasional masih berada di bawah 50 persen, akibat pukulan juga dari membanjirnya produk benang maupun kain dari Tiongkok,” katanya.
Ia menegaskan penguatan industri tekstil perlu dilakukan untuk kebutuhan ekspor dan pasar domestik. “Hal ini otomatis akan meningkatkan kapasitas produksi industri benang dan serat, sehingga bisa menyerap impor kapas dari AS,” lanjutnya.
Pemerintah Indonesia menyatakan akan mendukung dan memfasilitasi pengaturan komersial impor komoditas pertanian asal Amerika Serikat. Salah satu poinnya adalah komitmen impor sedikitnya 163.000 ton metrik kapas asal AS per tahun selama lima tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....