Kemenperin Fasilitasi Delapan IKM Kerajinan pada Ajang Inacraft 2026

  • 17 Feb 2026 12:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memfasilitasi keikutsertaan pelaku industri kecil menengah (IKM) pada ajang pameran terbesar se-Asia Tenggara, Inacraft 2026. Agus menyatakan dukungan promosi tersebut bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal di kancah internasional.

Pemerintah berkomitmen memberikan apresiasi tinggi terhadap karya kreatif hasil produksi para pengusaha mikro dalam negeri. Sinergi ini diharapkan mampu membuka peluang kemitraan bisnis yang berkelanjutan bagi seluruh perajin dari berbagai daerah.

“Inacraft menjadi ajang strategis bagi para pelaku usaha kerajinan untuk semakin memperluas pasarnya. Fasilitasi dan pembinaan Kemenperin untuk IKM ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri,” ujar Agus di Jakarta, Minggu, 15 Februari 2026.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengungkapkan delapan perusahaan terpilih telah berhasil menampilkan inovasi desain terbaik. Reni mengatakan modifikasi bahan baku lokal menjadi kunci utama agar produk dapat diterima oleh pasar luas.

Kelompok industri tersebut berhasil membukukan total transaksi penjualan senilai ratusan juta rupiah selama lima hari pameran. Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap barang seni yang memiliki karakter kuat serta kualitas unggul.

“Ditjen IKMA memfasilitasi penyediaan booth yang berada dalam satu island. Kami berharap dengan dukungan ini, IKM mampu mengerahkan segala potensinya dengan mencatat penjualan yang tinggi,” ujar Reni.

Nilai ekspor kerajinan nasional pada triwulan ketiga tahun lalu mencatatkan pertumbuhan pesat hingga menembus 305,54 juta dolar. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan perolehan triwulan sebelumnya yang hanya sebesar 173,5 juta dolar Amerika Serikat.

Tren positif ini membuktikan komoditas kreatif asal Indonesia memiliki daya saing yang sangat tinggi di pasar global. Penggabungan sentuhan seni dengan aspek desain modern menghasilkan karya yang memiliki nilai jual sangat kompetitif bagi konsumen.

“Bahan baku lokal yang dipadu dengan sentuhan seni dan aspek desain menghasilkan karya bernilai jual tinggi. Oleh karena itu, kami mendorong pelaku IKM untuk terus menghadirkan produk yang inovatif, kreatif, dan memiliki karakter kuat,” kata Reni.

Pameran tahun ini mengangkat tema khusus guna memberikan apresiasi terhadap peran strategis perempuan dalam menggerakkan ekonomi kreatif. Kontribusi pengusaha wanita dinilai sangat penting dalam menjaga nilai budaya sekaligus menciptakan produk-produk yang berkualitas tinggi.

Salah satu peserta binaan pemerintah bahkan berhasil meraih penghargaan bergengsi untuk kategori serat alam pada ajang tersebut. Keberhasilan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap kualitas dan inovasi produk yang mendukung kelestarian lingkungan hidup di Indonesia.

“Data tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk kerajinan IKM. Pameran juga menjadi sarana efektif untuk meningkatkan eksposur produk dan mengukur respons pasar,” ucap Reni.

Direktur IKM Kimia Sandang dan Kerajinan Budi Setiawan melaksanakan beragam program pembinaan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku. Budi menjalankan skema diversifikasi produk serta pendampingan sertifikasi agar pengusaha kecil mampu naik kelas secara bertahap.

Kesiapan ekspor menjadi fokus utama dalam mencetak eksportir baru yang tangguh di tengah persaingan pasar global yang ketat. Standardisasi produk dilakukan guna memastikan barang kerajinan Indonesia memenuhi kriteria teknis yang diminta oleh para pembeli internasional.

“Kami juga melaksanakan berbagai program pembinaan untuk IKM antara lain pengembangan dan diverisifikasi produk, pendampingan sertifikasi dan standardisasi. Pendampingan untuk kesiapan ekspor sehingga IKM siap bersaing dan mampu untuk naik kelas,” ujar Budi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....