Integrasi Stasiun Manggarai Perkuat Mobilitas Perkotaan Jabodetabek
- 25 Jan 2026 19:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat integrasi Stasiun Manggarai sebagai simpul utama transportasi perkotaan. Penguatan ini sejalan dengan dinamika mobilitas masyarakat yang membutuhkan akses efisien ke berbagai pusat aktivitas.
Integrasi Manggarai memastikan pergerakan antarkawasan berjalan teratur serta saling terhubung di tengah intensitas aktivitas tinggi. Fasilitas ini menjadi titik temu berbagai lintas layanan yang sangat mendukung keseharian masyarakat kawasan perkotaan.
“Integrasi Stasiun Manggarai dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat yang mengutamakan kemudahan akses dan efisiensi waktu. Dengan keterhubungan antarlintas, aktivitas harian dapat dijalani secara lebih ringkas,” ujar Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 25 Januari 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data mobilitas penduduk yang menunjukkan dominasi usia produktif di kawasan perkotaan. Penduduk memiliki intensitas perjalanan harian lintas wilayah yang tinggi untuk bekerja maupun mengakses berbagai layanan publik.
Pola pergerakan masyarakat menegaskan kebutuhan mendesak terhadap transportasi massal terintegrasi dan berkapasitas besar di wilayah metropolitan. Konsentrasi penduduk perkotaan saat ini cenderung berkembang pada wilayah dengan akses transportasi publik yang sangat baik.
Data internal perusahaan menunjukkan volume penumpang di Stasiun Manggarai tercatat konsisten tinggi selama periode tiga tahun terakhir. Jumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) yang melalui simpul Manggarai tercatat mencapai 5.456.309 orang pada 2025.
Angka tersebut menunjukkan sedikit penurunan jika dibandingkan pencapaian penumpang pada tahun 2024 yaitu sebanyak 5.575.711 orang. Manggarai menjadi titik temu perjalanan masyarakat dari kawasan tempat tinggal menuju pusat kegiatan ekonomi di Jakarta.
Layanan Commuter Line Bandara mencatat peningkatan penumpang menjadi 2.346.934 orang pada 2025 dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan penumpang kereta bandara tersebut sebelumnya tercatat berada pada angka 2.242.536 orang sepanjang tahun 2024.
“Transportasi publik yang terintegrasi menjadi bagian penting dalam mendukung keseharian masyarakat urban yang sederhana dan terhubung,” kata Pejabat Yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya.
KAI berkomitmen terus memperkuat integrasi antarlayanan serta meningkatkan keandalan operasional demi kenyamanan seluruh pengguna jasa. Konektivitas di simpul utama dipastikan berjalan optimal agar transportasi publik selaras dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....