BI: Kegiatan Usaha Triwulan I 2026 Berpeluang Meningkat

  • 20 Jan 2026 13:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan prospek usaha meningkat pada triwulan I 2026. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 12,93 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2025.

Lapangan usaha yang diperkirakan akan meningkat di triwulan I tahun antara lain lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan. Menurut laporan hasil survei tersebut, lapangan usah tersebut meningkat karena masuk musim panen.

Lapangan usaha lainnya dengan prospek positif adalah industri pengolahan, usaha transportasi dan pergudangan, reparasi mobil dan motor. Lapangan usaha perdagangan besar dan eceran juga akan meningkat karena ada periode Ramadan dan Idul Fitri.

“Pada periode tersebut, biasanya terjadi kenaikan permintaan dari masyarakat. Sama halnya dengan periode Natal dan Tahun Baru yang mendorong peningkatan kegiatan usaha pada triwulan IV 2025,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso dalam laporan hasil survei yang dirilis Senin (19/1/2026).

Baca Juga: Rupiah Masih Melemah, Namun Berpeluang Menguat Terbatas

Baca Juga: IHSG Menguat, Tak Terpengaruh Pelemahan Rupiah

Berdasarkan hasil survei SKDU-BI, kinerja kegiatan dunia usaha triwulan IV 2025 tetap terjaga dengan SBT 10,61 persen. Lapangan usaha yang membukukan kinerja positif dengan SBT tertinggi adalah lapangan usaha jasa keuangan, perdagangan besar, dan eceran.

Lapangan usaha industri pengolahan, informasi dan komunikasi serta usaha penyediaan akomodasi dan makan-minum, kinerjanya juga positif. Sementara kapasitas produksi terpakai pada triwulan IV 2025 terjaga di level 73,15 persen.

“Kondisi keuangan dunia usaha secara umum tetap dalam kondisi baik pada aspek Likuiditas maupun Rentabilitas. Selain itu, akses kredit yang lebih mudah menopang terjaganya kegiatan dunia usaha,” ucap Ramdan Denny.

Dari sisi penggunaan tenaga kerja juga menguat pada triwulan IV dengan SBT 0,72 persen. Pada triwulan sebelumnya, penggunaan tenaga kerja di dunia mengalami kontraksi dengan SBT -0,21 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....