Program Pertapreneur Aggregator Ubah Pola Pikir Pelaku UMKM

  • 09 Jan 2026 19:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: PT Pertamina mendorong perubahan pola pikir pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah melalui Program Pertapreneur Aggregator. Program pendampingan ini membantu peserta mengembangkan fondasi bisnis agar tumbuh lebih stabil dan berkelanjutan.

Dampak positif program dirasakan Harumi Kartini selaku pemilik usaha Harumi Fashion asal daerah Jakarta. Harumi kini mengubah sistem pengelolaan bisnis miliknya agar tidak bergantung sepenuhnya pada satu orang pemimpin.

“Dulu segala hal bergantung ke saya. Sekarang saya sadar, bisnis agar bisa berkembang tidak boleh bergantung pada satu orang," kata Harumi.

Ia mengawali usaha layanan desain kemasan dan promosi digital sebelum mengembangkan produk busana muslim sendiri. Pendiri Harumi Fashion ini sekarang membantu sesama pengusaha kecil untuk memiliki tampilan produk yang menarik.

“Saya memulai jasa desain ini karena banyak UMKM punya produk bagus, tapi visualnya kurang menarik. UMKM perlu memperhatikan kemasan dan desain produk untuk menarik konsumen,” ujar Harumi selaku founder Harumi Fashion.

Pihak Pertamina menekankan pentingnya penguatan struktur organisasi bisnis agar usaha kecil mampu beroperasi secara mandiri. Upaya strategis ini dinilai sejalan dengan visi penguatan ekonomi rakyat yang adil dan juga berkelanjutan.

“UMKM perlu dipersiapkan agar mampu tumbuh sebagai organisasi yang tangguh. Dengan sistem yang kuat, UMKM tidak hanya menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan membangun ekosistem usaha yang berdaya saing,” ucap Vice President Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Pembinaan tersebut telah membuat Harumi menerapkan standardisasi kerja dan delegasi tugas dalam operasional usaha hariannya. Harumi kini berani menolak peluang usaha tertentu jika dinilai tidak sejalan dengan strategi jangka panjang.

“Bukan karena tidak mau tumbuh, tapi karena kami sudah paham mana yang relevan dan mana yang hanya distraksi, sehingga kami memiliki arah bisnis yang jelas dan terukur," kata Harumi.

Program binaan perusahaan pelat merah tersebut kini berhasil menciptakan pengusaha yang matang dalam pengelolaan organisasi.

Rekomendasi Berita