KAI Commuter Perkuat Pengembangan Kawasan Transit Oriented Development

  • 29 Okt 2025 11:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: KAI Commuter terus mendorong pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di sekitar stasiun utama. Strategi ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan mobilitas berkelanjutan di wilayah perkotaan.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan, Stasiun Tanjung Barat sebagai contoh paling berhasil. “Lonjakan volume pengguna ini validasi kuat bahwa keterpaduan hunian dan transportasi publik berhasil,” kata Karina kepada RRI di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Menurutnya, masyarakat kini semakin memilih moda perjalanan efisien dan ramah lingkungan. Untuk itu, integrasi ini mendorong perubahan gaya hidup urban yang lebih berkelanjutan.

Stasiun Tanjung Barat mencatat lonjakan pengguna lebih dari seratus persen sejak pengembangan kawasan TOD. Rata-rata harian pengguna kini mencapai 14.763 orang, naik dua kali lipat dibanding 2021.

Pada pertengahan 2021, Stasiun Tanjung Barat hanya melayani sekitar 7.000 pengguna harian. Kini, volume penumpang tumbuh lebih dari 100 persen menjadi 14.763 orang setiap hari.

Stasiun Pondok Cina juga mencatat kenaikan pengguna hampir 35 persen sejak April 2023. Layanan harian meningkat dari rata-rata 12.600 menjadi sekitar 17.000 pengguna per hari.

Pengembangan TOD merupakan hasil sinergi antara pemerintah, pengembang, dan KAI Commuter. Program ini mendukung target nasional penyediaan tiga juta rumah terjangkau di lokasi strategis.Konsep TOD ini mengintegrasikan hunian vertikal dengan akses transportasi publik berbasis rel. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi waktu perjalanan dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD). (Foto: KAI COMMUTER)Tren serupa terjadi di kawasan barat seperti Stasiun Tigaraksa, Maja, dan Cisauk. Lintas tersebut melayani 62 juta pengguna pada 2023 dan naik 11,3 persen menjadi 69 juta di 2024.

Manajer Humas KAI Commuter, Leza Arlan mengatakan, peningkatan pengguna terus berlanjut hingga 2025. “Hingga September kemarin tercatat sudah lebih dari 56 juta pengguna Commuter Line,” kata Leza.

Menurut KAI Commuter, integrasi hunian dan transportasi publik memberi dampak besar pada mobilitas masyarakat. “Integrasi ini meningkatkan efisiensi pergerakan dan mengurangi beban lalu lintas di kawasan metropolitan,” ucapnya.

Dengan strategi ini, KAI Commuter optimistis TOD akan menjadi solusi mobilitas perkotaan masa depan. Kolaborasi lintas sektor diharapkan menciptakan lingkungan transportasi yang efisien, hijau, dan terjangkau bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....