PLN dan KAI Sepakati Elektrifikasi Jalur Kereta
- 20 Okt 2025 17:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama PT PLN menandatangani Nota Kesepahaman Elektrifikasi Jalur Kereta Api, Senin (20/10/2025). Kesepakatan ini menandai langkah strategis kedua BUMN untuk mempercepat transformasi transportasi publik rendah emisi di Indonesia.
Penandatanganan dilakukan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Acara tersebut juga disaksikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Banten Andra Soni, serta jajaran pejabat terkait.
Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam modernisasi sistem perkeretaapian nasional berbasis energi bersih. Elektrifikasi jalur kereta api diharapkan mendorong efisiensi, meningkatkan layanan, dan mendukung target Net Zero Emission 2060.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan kerja sama tersebut membuka peluang perluasan layanan berbasis listrik. Menurutnya, sejumlah wilayah potensial akan menjadi prioritas, seperti Banten, Jawa Barat, hingga jalur menuju Jawa Timur.
“Elektrifikasi merupakan langkah besar dalam modernisasi perkeretaapian. Saat ini, okupansi KA lokal dan feeder di Jawa Barat terus meningkat. Di wilayah Banten, pertumbuhan pengguna KA Lokal dan Commuter Line juga signifikan, khususnya di relasi Rangkasbitung. Selain itu, jalur Padalarang–Cicalengka sepanjang 40 kilometer serta relasi Cikampek hingga Jawa Timur menjadi wilayah potensial untuk pengembangan elektrifikasi berikutnya,” kata Bobby saat penandatangan Nota Kesepahaman tentang Rencana Kerja Sama Elektrifikasi Jalur Kereta Api yang berlangsung di Auditorium Jakarta Railways Center.
Kerja sama ini juga menjadi terobosan pertama elektrifikasi jalur kereta api tanpa melibatkan APBN. Skema business to business memungkinkan layanan semakin berkualitas, efisien, serta mendorong dominasi energi bersih di transportasi.
“Kolaborasi ini menjadi lompatan besar yang memberi manfaat ekonomi dan lingkungan bagi kedua perusahaan serta bagi masyarakat Indonesia,” ujar Bobby.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan komitmen pihaknya menyediakan energi efisien dan bersih bagi transformasi transportasi. Menurutnya, elektrifikasi dapat menurunkan biaya operasional kereta api sekaligus meningkatkan daya saing transportasi publik nasional.
“Elektrifikasi menghadirkan efisiensi biaya transportasi, membuat layanan kereta api lebih murah dan kompetitif. Skema kerja sama B2B ini memungkinkan kolaborasi yang berkelanjutan, dengan dukungan sistem kelistrikan yang andal. PLN siap mendukung Asta Cita menuju swasembada energi nasional,” ujar Darmawan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengapresiasi sinergi PLN dan KAI dalam mendukung transportasi bersih. Ia menekankan elektrifikasi merupakan bagian dari Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) 2025–2030.
“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada PLN dan KAI atas inisiatif bersama ini. Elektrifikasi jalur kereta api merupakan prioritas dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) 2025–2030 karena manfaatnya luas yaitu meningkatkan efisiensi operasional, menghemat energi, dan memperkuat daya saing industri perkeretaapian dalam negeri,” kata Dudy.
Dudy menegaskan elektrifikasi menciptakan transportasi publik yang modern, aman, ramah lingkungan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Nota kesepahaman ini juga menjadi dasar pembentukan tim kerja bersama antara KAI dan PLN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....