Harga Sayur Mayur di Pasar Tradisional Solo Naik
- 26 Sep 2025 15:18 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Harga berbagai sayur mayur di pasar tradisional Kota Surakarta pada Kamis (25/9/2025), mengalami perubahan dalam beberapa hari terakhir. Pasokan dari petani yang tidak menentu membuat sejumlah komoditas mengalami kenaikan yang cukup terasa di lapangan.
Di Pasar Legi, beberapa harga sayur terpantau naik cukup tinggi. Wortel kini dijual Rp12.000 per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp10.000, sedangkan timun naik menjadi Rp8.000 per kilogram. Buncis juga masih bertahan di angka Rp10.000 per kilogram, dan harga cabai merah besar saat ini berkisar Rp62.000 per kilogram.
Salah satu pedagang Pasar Legi, Wiwid, mengatakan kenaikan harga sayur disebabkan pasokan yang tidak menentu dari petani. “Sekarang banyak yang naik karena kiriman dari petani agak berkurang. Kalau panennya lagi bagus biasanya harga bisa lebih stabil,” ujarnya
Kondisi serupa juga terlihat di Pasar Harjodaksino, di mana sejumlah komoditas mengalami lonjakan harga. Wortel naik menjadi Rp11.000 per kilogram dari sebelumnya Rp8.000–9.000, sedangkan buncis kini dijual Rp11.000 per kilogram. Sawi sendok juga mengalami kenaikan cukup tinggi ke Rp8.000 per kilogram dari harga sebelumnya Rp5.000–6.000, dan daun bawang (loncang) mencapai Rp12.000 per kilogram.
Pedagang Pasar Harjodaksino, Sriyoto, menyebut harga mudah berubah tergantung kondisi pasokan dan jumlah pembeli. “Harga bisa beda karena di sini pembelinya lebih banyak rumah tangga, jadi perputarannya cepat. Kalau kiriman lagi lancar bisa murah, tapi kalau seret ya otomatis naik,” katanya
Meski begitu, masih ada beberapa jenis sayur yang mengalami penurunan harga. Sawi putih kini hanya dijual Rp5.000 per kilogram dari sebelumnya Rp8.000–9.000, sedangkan kapri turun dari Rp40.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Kembang kol sedikit turun ke Rp12.000 per kilogram, sementara bawang merah kini di kisaran Rp33.000–34.000 per kilogram dari sebelumnya mencapai Rp50.000. (Sifat)
Secara umum, harga sayur mayur di pasar tradisional masih belum stabil dan terus mengalami perubahan. Pedagang memperkirakan kondisi ini akan bertahan hingga pasokan dari sentra pertanian kembali lancar dan cuaca membaik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....