Wamendag Dorong Peningkatan Ekspor UMKM Indonesia ke Jerman
- 19 Sep 2025 11:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Berlin: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti menegaskan komitmen pemerintah mendorong ekspor UMKM ke Jerman. Hal itu disampaikannya saat pertemuan bilateral State Secretary of the Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (BMZ), Niels Annen.
“Kementerian Perdagangan (Kemendag) saat ini sedang fokus mendorong UMKM agar bisa ekspor. Hal ini mengingat kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia cukup besar, yakni sekitar 60 persen,” ujar Roro di Berlin, Senin (15/9/2025).
Ia menegaskan, salah satu komoditas prioritas adalah kopi karena peminatnya tinggi di Eropa. “Diharapkan ekspor kopi Indonesia ke Jerman dapat ditingkatkan,” kata Roro.
Roro juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai percepatan perundingan I-EU CEPA. “Perjanjian dagang dengan negara mitra diharapkan meningkatkan nilai perdagangan kedua belah pihak, serta mengurangi ketergantungan terhadap suatu negara tertentu,” kata Roro.
Sementara, Niels Annen menanggapi dengan menjelaskan fokus program pemerintah Jerman terkait regulasi deforestasi Eropa. Ia menyebut kebijakan itu berdampak pada beberapa komoditas Indonesia.
Menurut Annen, Jerman terbuka berkolaborasi agar komoditas terdampak dapat memenuhi persyaratan regulasi. Ia menambahkan, BMZ akan aktif melakukan sosialisasi teknis melalui Import Promotion Desk (IPD).
Annen juga mengumumkan rencana peluncuran program German Desk di Jakarta. Ia menjelaskan program itu akan menghubungkan pelaku usaha Indonesia dan Jerman serta mempermudah kerja sama bisnis.
Selain itu, BMZ menekankan pentingnya perdagangan berkelanjutan dalam hubungan bilateral. Annen menyebut Jerman sudah bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melalui Forum on Sustainable Palm Oil.
Data Kemendag mencatat, total perdagangan Indonesia-Jerman pada 2024 mencapai USD 6,2 miliar. Dari jumlah itu, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 2,4 miliar, sedangkan impor mencapai USD 3,8 miliar.
Produk ekspor utama Indonesia ke Jerman meliputi mesin percetakan, tembaga, alas kaki kulit, kopi, dan alas kaki tekstil. Sementara itu, produk impor dari Jerman didominasi otomotif, obat-obatan, sirkuit elektronik, mesin, dan produk kimia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....