Begini Tutorial Ajukan KUR BRI 2025 Pakai HP

  • 30 Jul 2025 09:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

‎KBRN, Jakarta: Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) 2025, kini bisa diajukan secara daring hanya lewat ponsel (HP). Program KUR 2025 BRI ini, ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan bunga rendah.

Simak tutorial ajukan KUR BRI 2025 secara online hanya dengan menggunakan HP dalam artikel ini. ‎KUR BRI menawarkan plafon mulai dari Rp10 juta hingga Rp500 juta.

Subsidi bunga dari pemerintah membuat pinjaman ini lebih terjangkau dibanding pinjaman komersial lainnya. ‎Program KUR BRI ini pertama kali diluncurkan melalui Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2007.

Sejak itu, KUR menjadi andalan pembiayaan bagi sektor usaha kecil di Indonesia. Berikut, ‎jenis dan syarat pinjaman KUR BRI 2025:

‎1. KUR Supermikro

‎Bunga: 3 persen per tahun

‎Plafon: Hingga Rp10 juta

‎2. KUR Mikro

‎Bunga: 6 persen per tahun

‎Plafon: Rp10 juta–Rp100 juta

‎3. KUR Kecil

‎Bunga: 6–9 persen per tahun

‎Plafon: Rp100 juta–Rp500 juta

‎Syarat Umum Pengajuan:

‎-Usia minimal 21 tahun

‎-Usaha produktif berjalan minimal 6 bulan

‎-Tidak sedang menerima kredit lain, kecuali konsumtif

‎-Memiliki KTP, KK, dan surat nikah (bila menikah)

‎-Memiliki surat izin usaha dan surat keterangan dari RT/RW

‎-NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta

‎Cara Ajukan KUR BRI 2025 Lewat HP:

‎1. Akses laman resmi: https://kur.bri.co.id

‎2. Pilih menu "Ajukan Pinjaman"

‎3. Centang "Saya adalah nasabah BRI" dan "Setuju dan Ajukan Pinjaman"

‎4. Klik "I’m not a robot"

‎5. Isi formulir data diri dan usaha

‎6. Unggah dokumen syarat

‎7. Klik "Selanjutnya"

‎8. Isi data pinjaman (nominal dan tenor)

‎9. Klik "Hitung Angsuran"

‎10. Klik "Ajukan Pinjaman"

‎Setelah itu, sistem akan memberi notifikasi apakah pengajuan disetujui. Bila lolos tahap awal, pemohon wajib datang ke kantor BRI terdekat untuk survei dan penandatanganan.

‎KUR BRI menjadi solusi praktis permodalan usaha dengan prosedur mudah, bunga rendah, dan akses cepat melalui gawai. Pelaku UMKM kini tidak perlu repot lagi untuk mengembangkan usahanya. (Yusuf Bagus)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....