Pengembang Solo Raya Optimalkan Penyerapan Kuota Rumah Subsidi
- 27 Mei 2025 22:56 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Ketua Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Solo Raya, Oma Nuryanto mengatakan, saat ini kuota rumah subsidi dari pemerintah secara nasional mencapai sekitar 430 ribu unit, dengan Solo Raya yang memiliki stok sekitar 15 ribu unit.
Menurut Oma, pengadaan rumah subsidi masih berjalan lancar dan stabil. Hal ini didorong oleh tingginya kebutuhan hunian atau backlog rumah di Solo Raya.
“Backlog kita masih cukup tinggi. Artinya rumah subsidi tetap terserap oleh pasar. Tidak ada kendala penjualan,” ujarnya kepada media, Selasa (27/5/2025)
Program rumah subsidi, kata Oma, merupakan implementasi dari target pemerintah untuk membangun tiga juta rumah. Di Solo Raya, ia menyebut, sekitar 150 pengembang berperan aktif, dengan estimasi stok rumah siap jual sekitar 2.000 unit.
“Mayoritas pembeli adalah pasangan muda dengan satu anak, atau yang baru akan menikah,” jelas Oma.
Selain subsidi, Oma mengatakan, pasar rumah komersial juga masih diminati. Utamanya, segmen harga Rp400 juta hingga Rp500 juta.
Seperti pameran REI Expo tahun lalu, banyak karyawan BUMN perbankan atau swasta atau keluarga yang mencari rumah komersil. Paling laris yang desain satu lantai.Lebih lanjut, Oma juga menyebutkan, lokasi favorit untuk hunian pilihan masih di wilayah penyangga kota Solo. Seperti Solo Baru, Colomadu, Mojosongo, Ngemplak, Grogol dan lainnya.
Pihaknya turut berharap dukungan regulasi dan kemudahan perizinan terus diberikan pemerintah. Hal itu guna mempercepat penyediaan rumah layak huni, baik subsidi maupun komersial, bagi masyarakat Solo Raya.
“ Yang menjadi kendala itu sebenarnya komersil yang agak turun kalau subsisdi masih penjuaan masih stabil,” katanya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....