Frans Seda, Teknokrat Pertama yang Bangun Fondasi Ekonomi

  • 21 Jan 2023 02:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta : Menteri Keuangan Sri Mulyani memuji Franciscus Xaverius Seda (Frans Seda) yang disebut sebagai tokoh yang menginspirasinya. Frans Seda dikatakan adalah teknokrat generasi pertama yang membangun fondasi perekonomian dan keuangan negara.

"Beliau adalah teknokrat generasi pertama yang membangun fondasi perekonomian dan keuangan negara, sosok guru yang mengajarkan kepada saya sebuah komitmen nasional tanggung jawab dan prinsip-prinsip teguh untuk bisa mencapai sebuah cita-cita atau mewujudkan ide," kata Sri Mulyani dalam pidatonya di Seminar Nasional ‘Merajut Nilai Keutamaan Frans Seda dalam Menata Kemajuan Bangsa’, yang dilaksanakan secara virtual, Jumat (20/1/2023).

Menkeu bercerita bahwa Frans Seda yang merupakan Menteri Keuangan pada era Orde Baru yakni tahun 1966-1968 dihadapkan pada situasi yang sungguh pelik, yakni kondisi inflasi yang sangat tinggi (hyperinflation) di atas 600% yang berdampak pada daya beli masyarakat saat itu.

"Hyperinflation itu merongrong serta menghilangkan seluruh daya beli masyarakat. Kemudian, memunculkan sebuah krisis kemanusiaan," jelas Sri Mulyani.

Dia menyebutkan tingginya inflasi saat itu disebabkan oleh pengelolaan keuangan negara yang sama sekali tidak memperhatikan disiplin fiskal dengan menerapkan (batas) defisit anggaran. Alhasil, defisit yang melonjak didanai dengan mencetak uang.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Frans Seda, kata Sri Mulyani, membuat langkah untuk menstabilkan ekonomi dan keuangan negara.

"Sebagai seorang yang kemudian harus bertanggung jawab di dalam menstabilkan ekonomi dan keuangan negara. Bapak Frans Seda kemudian menerapkan apa yang disebut prinsip balance budget di bidang keuangan negara, meskipun waktu itu defisit APBN tetap terjadi, namun hanya dibatasi apabila mendapatkan pembiayaan dari utang luar negeri," tuturnya.

Meski demikian, keuangan negara saat itu tetap dijaga secara hati-hati dengan menerapkan prinsip disiplin anggaran. Alhasil, pada pertengahan tahun 1960, ekonomi Indonesia kembali stabil dengan menurunkan inflasi hingga 1 digit.

Di samping itu, Indonesia yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah juga menjadi salah satu bentuk pemihakan mengenai bagaimana Indonesia harus bisa memanfaatkan sumber daya alam untuk kemakmuran rakyatnya.

"Di situlah letak peranan dari Frans Seda dalam mentransformasikan Kementerian Keuangan sebagai pengelola keuangan negara kegiatan ekonomi harus bisa menghasilkan penerimaan negara yang diatur oleh Undang-Undang dalam bentuk pajak dan penerimaan kepabeanan serta cukai," ucapnya.

Kala itu, Frans Seda juga membentuk Direktorat Jenderal Iuran Negara yang kini menjadi Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

"Kedua Direktorat tersebut yaitu Pajak dan Bea Cukai adalah cikal bakal bagi pengelolaan penerimaan negara hingga saat ini dan terus menjadi salah satu fondasi untuk terus menopang pembangunan Indonesia," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....