Peralihan ke BBM Murah Jadi Penyebab Antrian Panjang SPBU di Aceh

  • 07 Jan 2023 09:21 WIB
  •  Banda Aceh

Peralihan ke BBM Murah Jadi Penyebab Antrian Panjang SPBU di Aceh

KBRN, Banda Aceh : Dalam beberapa bulan terakhir, antrian panjang kendaraan kerap terlihat di sejumlah SPBU di wilayah Aceh. Antrian ini sering terjadi di tempat pengisian BBM subsidi jenis solar dan pertalite.

Ketua Hiswana Migas Aceh Nahrawi Noerdin mengatakan, peralihan atau migrasi konsumen dari BBM non subsidi ke BBM subsidi menjadi faktor penyebab SPBU diserbu masyarakat. Alasanya, karena warga memilih BBM murah.

"Perbedaan harga yang sangat siqnifikan tersebut memicu terjadinya migrasi konsumen ke bbm subsidi. Migrasi ini tentu tidak hanya dipicu oleh masalah harga, tapi juga kondisi perekonomian yang memang sedang sulit dan memicu masyarakat untuk mencari alternatif pengeluaran yang lebih ekonomis" kata Nahrawi, Sabtu (7/1/2023).

Nahrawi mengakui bahwa sulitnya ekonomi masyarakat pasca pandemi covid 19 menjadi sebab mengapa konsumen lebih memilih BBM dengan harga yang paling murah.

"Faktor ekonomi, migrasi akibat disparitas harga, penyesuaian kuota bersubsidi, dan masa adaptasi konsumen dalam penggunaan aplikasi mypertamina, harus diakui memang memberi pengaruh terhadap berlarutnya antrean ini. Apalagi rentetan peristiwanya terjadi di ujung tahun. Maka kota-kota yang menjadi tujuan wisata, atau yang dilewati untuk menuju tempat wisata, akan mengalami peningkatan jumlah kendaraan dari tamu-tamu yang datang untuk berlibur. Jelas ini akan membuat permintaan bbm meningkat," sambung Nahrawi.

Menurut Nahrawi, banyaknya pemberitaan terkait makin parahnya antrian bbm di hampir semua spbu, terutama di kota Banda Aceh dan kota-kota lain merupakan hal yang wajar. Dia menyebutkan bahwa akumulasi dari sejumlah faktor dan peristiwa diduga menjadi penyebab berlarut-larutnya antrean untuk mendapatkan bbm bersubsidi di SPBU.

Nahrawi mengatakan, dari sejumlah pertemuan yang digelar untuk membahas masalah ini, baik di Polda, di Kantor Gubernur, maupun di internal Hiswana Migas, disparitas harga BBM bersubsidi dan non subsidi merupakan salah satu issue yang menjadi faktor utama.

"Semua pihak menaruh perhatian besar terhadap hal ini. Pemerintah kita juga telah menempuh sejumlah kebijakan, salah satunya dengan menerbitkan surat edaran gubernur Aceh yg mengatur kuota bbm bersubsidi bagi masyarakat. Polisi kita juga melakukan monitoring ketat untuk memantau perkembangan situasi. Teman-teman di SPBU juga sudah berusaha luar biasa keras untuk melayani," ujarnya.

Dia berharap, mudah-mudahan BPH Migas melalui Pertamina dapat memberikan solusi terbaik menyikapi seringnya terjadi antrian panjang di SPBU. Salah satu solusi yang ditawarkan, dengan menambah kuota BBM subsidi untuk Aceh.

"Kita berharap BPH Migas melalui Pertamina juga segera dapat menambah kuota bbm bersubsidi untuk Aceh. Sehingga menjelang akhir musim liburan ini antrean di SPBU bisa segera kembali normal. Mudah-mudahan begitu," kata Nahrawi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....