Harga Berondolan Sawit di Singkil Terjun Bebas
- 01 Feb 2025 17:22 WIB
- Aceh Singkil
KBRN, Singkil: Harga berondolan di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, yang memiliki potensi perkebunan lebih dari 77.000 hektar, mengalami penurunan yang signifikan pada awal bulan Februari 2025. Penurunan ini mencuat setelah harga berondolan yang sebelumnya berada di kisaran Rp 3.500 hingga Rp 3.100 per kilogram di tingkat petani, kini turun menjadi hanya Rp 2.900 hingga Rp 2.800 per kilogram.
Anto Hutabarat, pemilik UD Alwi, mengonfirmasi hal tersebut dalam wawancara via telepon dengan RRI pada Sabtu (1/2/2025). Ia menyebutkan bahwa sebelumnya mereka membeli berondolan dari petani dengan harga Rp 3.100 per kilogram pada akhir Januari 2025 dan bahkan sempat membeli dengan harga Rp 3.500 per kilogram di awal tahun 2025. Namun, untuk saat ini, mereka hanya mampu membeli berondolan dengan harga Rp 2.800 per kilogram.
"Harga berondolan terus merosot. Sebelumnya kami membeli dari petani dengan harga Rp 3.100, bahkan pada awal Januari 2025 sempat mencapai Rp 3.500. Sekarang kami hanya bisa membeli dengan harga Rp 2.800 per kilogram," ujar Anto.
Lebih lanjut, Anto menjelaskan bahwa harga berondolan dapat bervariasi tergantung pada jenisnya. Berondolan yang jatuh langsung dari pohon dihargai sekitar Rp 2.800 per kilogram, sementara berondolan yang mengalami proses cincang, basah, atau tercampur pasir dihargai lebih rendah, yakni Rp 2.300 per kilogram.
"Harga berondolan bervariasi, jika jatuh dari pohon harganya Rp 2.800 per kilogram. Namun, jika berondolan tersebut sudah dicincang, basah, atau tercampur pasir, harga turun menjadi Rp 2.300 per kilogram," tambahnya.
Anto juga mengungkapkan bahwa penurunan harga berondolan kemungkinan disebabkan oleh penurunan harga Crude Palm Oil (CPO) dan melimpahnya hasil panen dari petani.
"Penurunan harga berondolan mungkin dipengaruhi oleh harga CPO yang menurun atau melimpahnya produksi sawit dan berondolan," ujar Anto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....