Koperasi Muaragembong Potensi Jadi Suplier Ikan Kebutuhan SPPG
- 23 Jan 2025 10:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, Koperasi Mambo Mina Sekar Sejahtera digadang-gadang dapat menjadi suplier produk ikan segar. Terutama untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya potensi pengembangan usaha budidaya ikan di Muaragembong tersebut sangat besar dengan berbasis permintaan pasar. Ferry mengungkapkan, kegiatan usaha koperasi Mambo Mina Mekar Sejahtera ini sangat layak untuk dijadikan contoh
"Ada kemungkinan untuk melakukan budidaya ikan Nila. Dan ini untuk bisa dipasok kepada unit pelayanan atau dapur yang ada di sekitar Muaragembong sini," kata Ferry, Kamis (23/1/2025).
Ia menilai manajemen pengelolaan budidaya perikanan dinilai cukup baik lantaran sudah ada upaya modernisasi. Diharapkan ke depan unit usaha budidaya ikan yang dilakukan koperasi tersebut dapat terus berkembang pesat.
"Kegiatan Koperasi di Muaragembong ini insya allah punya peran yang besar bagi pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat. Kami di Kemenkop akan mendukung penuh semua kegiatan usaha di koperasi ini," ujar Wamenkop.
Sementara Ketua Koperasi Mambo Mina Mekar Sejahtera, Muhammad Ihsan mengatakan kebutuhan pasar terhadap produk ikan kakap putih dan kerapu di Jabodetabek sangat tinggi. Rata-rata produksi harian dari kolam tambak yang dikelolanya masing-masing 100 Kg.
Saat ini sudah ada permintaan ekspor. Namun karena kebutuhan domestik masih belum terpenuhi maka prioritas utama hasil produksi adalah untuk pasar domestik.
Ia membeberkan beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh Koperasi adalah upaya meningkatkan produktivitasnya adalah masih terbatasnya kemampuan untuk merevitalisasi kolam tambak. Kemudian juga adanya ancaman banjir rob yang bisa terjadi kapan saja sehingga dapat mengancam ikan budidayanya.
"Kami perlu dukungan banyak dari pemerintah terutama dari Kemenkop dan kementerian lain. Kami sangat butuh dukungan dari infrastruktur umum terutama prasarana sarana tambak yang kondisinya saat ini sudah tidak beraturan," kata Ihsan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....