Kemenekraf Sebut Digital Printing Solusi Pengrajin Raup Royalti

  • 18 Jan 2025 09:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyebutkan digital printing dapat menjadi solusi untuk para pelaku Ekraf agar mendapatkan royalti. Oleh karena itu, Kemenekraf terus mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk terus berkembang agar dapat bersaing di pasar global.

“Kami ingin sekalian memperkenalkan teknologi-teknologi di Indonesia apa saja dan selama ini kita kenal batik dengan berbagai macam cara pembuatannya. Lewat batik printing, para pelaku batik tradisional bisa tetap mendapatkan lisensi dan royalti jika motif batiknya dituangkan ke dalam printing,” kata Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (18/1/2025).

Lebih lanjut, Irene berharap penggunaan teknologi cetak digital dapat membuka kesempatan bagi para pelaku bisnis fesyen untuk bisa berkolaborasi. Dalam kesempatan yang sama, Irene beserta jajarannya melihat hasil cetak logo Ekraf yang diaplikasikan pada kain sarung bermotif tenun dan hijab.

Sementara, Deputi Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf Yuke Sri Rahayu mengapresiasi gagasan untuk mengangkat hasil kerajinan dari para pengrajin tradisional. Terlebih hasil tersebut bisa diaplikasikan ke dalam kain menggunakan teknologi cetak digital.

“Dibutuhkan dukungan dari pihak pelaku bisnis fesyen untuk bisa mewujudkan kolaborasi ini. Selama ini, Ekraf banyak membina para pembatik dan penenun tradisional, dan kita ingin roda ini jalan,” kata Yuke.

Disisi lain, Direktur Digital Printing Indonesia Anthony Liem mengaku dirinya merasa senang dapat mempresentasikan hasil printingan produknya kepada Kemenekraf. Ia berharap presentasi ini dapat menciptakan kolaborasi bisnis antarsubsektor ekraf.

“Saya senang sekali bisa berada di sini untuk mendiskusikan masalah ini, karena ternyata antusias dari ibu Wamen dan tim Ekraf cukup luar biasa terhadap visi saya. Menurut saya, Ekraf sangat baik dalam melakukan perubahan ekonomi kreatif di Indonesia,” kata Anthony.

Digital printing adalah metode cetak yang menggunakan teknologi digital untuk menghasilkan gambar atau teks pada berbagai media. Teknologi ini memiliki beberapa keunggulan, di antaranya waktu produksi lebih cepat, hasil cetak yang presisi dan fleksibilitas yang tinggi

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....