Kelompok Makanan Pemicu Naiknya Inflasi Bulan November 2024

  • 02 Des 2024 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen di bulan November 2024 menjadi 106,3. Pada bulan sebelumnya, Oktober 2024, OJK tercatat 106,01.

"Sehingga secara bulanan pada November 2024 terjadi inflasi sebesar 0,30 persen. Inflasi tahunan atau year on year 1,55 persen dan inflasi year to date (tahun berjalan) sebesar 1,12 persen," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/12/2024).

Inflasi bulanan bulan November lebih tinggi dibandingkan inflasi bulan sebelumnya. Tapi masih lebih rendah dibandingkan bulan yang sama tahun l2023 lhalu yang sebesar 2,86 persen persen.

Menurut laporan BPS, pendorong utama inflasi di bulan November adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau. Tingkat inflasinya sebesar 0,78 persen. dengan adil inflasi 0,22 persen.

Baca Juga: Rupiah Kembali Dibayangi Penguatan Indeks Dolar Hari Ini

Baca Juga: Presiden Prabowo Sebut Rumus Keberhasilan Suatu Bangsa

Komoditas penyumbang inflasi bawah merah dan tomat, masing-masing andil inflasinya sebesar 0,10 persen. Komoditas lainnya yang juga berkontribusi pada inflasi adalah emas perhiasan dengan andil 0,04 persen.

"Selain itu ada daging ayam ras dan minyak goreng dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen. Bawang putih, ikan segar, sigaret kretek mesin, tarif angkutan udara dan kopi bubuk andil inflasinya masing-masing 0,01 persen," ucap Amalia.

Berdasarkan komponennya, inflasi inti pada November 2024 mengalami inflasi 0,17 persen. Komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi 0,12 persen dan inflasi harga bergejolak 1,07 persen

"Andil inflasi harga bergejolak sebesar 0,17 persen. Inflasi harga bergejolak di bulan November merupakan yang pertama setelah mengalami deflasi selama 7 bulan berturut-turut," ucap Amalia.

Dibukan November 33 provinsi mengalam inflasi, 5 provinsi lainnya deflasi. Inflasi tertinggi di Papua sebesar 1,41 persen dan deflasi terdalam di Sulawesi Barat sebesar 0,17 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....