Empat Kereta Kebesaran Kadipaten Pakualaman

  • 30 Jun 2026 21:41 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, BIntuhan - Kadipaten Pakualaman memiliki warisan budaya bernilai tinggi berupa kereta-kereta kebesaran yang sarat sejarah. Empat di antara kereta pusaka tersebut saat ini tersimpan dengan baik di museum Pura Pakualaman.

Dikutip dari laman Dinas Kebudayaan DIY mengatakan, Menurut Abdi Dalem Kapaniteraan Pura Pakualaman, keempat kendaraan tersebut memiliki nama dan kedudukan sakral. Kereta-kereta pusaka itu bernama Kangjeng Kyai Manik Kumala, Kangjeng Nyai Rara Kumenyar, Kangjeng Kyai Manik Braja, dan Kangjeng Kyai Brajanala.

Kereta Kangjeng Kyai Manik Kumala merupakan mahakarya purba yang dibuat di London, Inggris, sekitar tahun 1800 hingga 1810. Kendaraan megah ini secara khusus digunakan oleh pihak istana untuk prosesi kirab upacara jumenengan.

Sementara itu, Kangjeng Kyai Manik Braja memiliki sejarah kepemilikan yang bersumber dari hubungan diplomatik masa lalu. Kereta yang ditarik oleh empat ekor kuda ini merupakan hadiah istimewa dari Pemerintah Belanda kepada KGPAA Paku Alam V.

Koleksi lainnya yang tidak kalah memukau dari segi sejarah adalah kereta bernama Kangjeng Nyai Rara Kumenyar. Kereta ini merupakan hadiah dari Sunan Paku Buwono X untuk KGPAA Paku Alam VII pada tahun 1906.

Demi menjaga kelestarian dan kesakralannya, pihak istana rutin menyelenggarakan upacara jamasan pusaka setiap datangnya bulan Sura. Ritual pembersihan ini dilakukan secara khidmat terhadap seluruh benda pusaka termasuk keempat kereta kebesaran tersebut.

Prosesi pensucian berkala tersebut biasanya dilaksanakan tepat pada hari Jumat Kliwon yang dinilai sakral. Melalui tradisi tahunan ini, nilai historis dan spiritual dari peninggalan leluhur Pakualaman tetap terjaga dengan lestari.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....