Mengenal Pengembangan Desa Wisata Berbasis Komunitas

  • 30 Jun 2026 08:32 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- Pengembangan desa wisata berbasis komunitas (Community Based Tourism) menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam perencanaan dan pengelolaan. Pendekatan ini memastikan warga setempat tidak hanya menjadi penonton, melainkan subjek yang menikmati manfaat ekonomi secara langsung dari setiap kunjungan wisatawan yang datang ke daerah mereka.

Dari laman Kementerian Pariwisata bahwasanya, Pariwisata berbasis masyarakat adalah pendekatan pengembangan pariwisata yang memberikan hak kepada komunitas lokal untuk mengelola dan mengontrol pembangunan pariwisata di wilayahnya. Konsep ini memprioritaskan kesejahteraan sosial, pelestarian budaya, serta perlindungan lingkungan agar tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Potensi lokal seperti keindahan alam, kerajinan tangan, dan adat istiadat setempat dikemas menjadi pengalaman wisata yang autentik. Pelibatan warga lokal dalam penyediaan akomodasi (homestay) dan kuliner khas juga menjamin keaslian budaya yang ditawarkan kepada para pengunjung.

Pengembangan ini menuntut pembentukan lembaga lokal yang solid, seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Lembaga ini berfungsi sebagai pengelola resmi yang mengatur jalannya operasional destinasi wisata di tingkat tapak.

Keberhasilan pariwisata perdesaan sangat bergantung pada dukungan pemerintah dalam hal peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur dasar. Pelatihan tata kelola destinasi, pemasaran digital, hingga pelayanan prima menjadi kunci agar masyarakat mampu bersaing secara sehat.

Melalui model pariwisata partisipatif ini, dampak ekonomi yang dihasilkan dapat didistribusikan secara adil kepada seluruh warga desa. Hal ini sekaligus mendorong terciptanya lapangan kerja baru di berbagai bidang, mulai dari pemandu wisata lokal hingga usaha mikro.

Pada akhirnya, pelibatan komunitas lokal ini menciptakan ekosistem pariwisata yang tangguh dan menjaga warisan budaya turun-temurun. Kesadaran kolektif dari masyarakat akan membuat potensi desa dikelola dengan prinsip keberlanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....