Mengenal Festival Tabuik Pariaman Sumatera Barat

  • 30 Jun 2026 07:30 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- Festival Tabuik di Pariaman dilangsungkan secara meriah setiap tahunnya mulai tanggal 1 hingga 10 Muharram. Perayaan ini tidak hanya menjadi simbol religi masyarakat setempat, tetapi juga telah berkembang menjadi agenda pariwisata budaya unggulan di Sumatera Barat.

Dikutip dari laman Kementerian Pariwisata, Prosesi pelaksanaan Tabuik memiliki tahapan ritual yang sangat ketat dan sarat akan makna filosofis. Rangkaian kegiatan ini dimulai dari prosesi Maambiak Tanah yang kemudian disusul dengan Manabang Batang Pisang.

Tahapan selanjutnya memasuki fase Maanta Tabuik yang dilakukan dengan khidmat oleh masyarakat pendukung tradisi. Puncak ritual sakral ini biasanya ditandai dengan prosesi Tabuik Bajalan dan Tabuik Doyong yang melibatkan puluhan pemuda setempat.

Arak-arakan megah tersebut diiringi dengan dentuman alat musik tradisional berupa tassa dan dhol yang dimainkan secara ritmis. Irama musik ini memberikan semangat dan energi magis bagi masyarakat yang berpartisipasi mengusung bangunan replika berukuran besar tersebut.

Dua bangunan Tabuik yang diarak dikenal dengan sebutan Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Kedua usungan megah ini dihiasi dengan berbagai ornamen khas dan patung buraq yang dipercaya sebagai kendaraan pembawa jenazah ke surga.

Mendekati puncak acara, kedua Tabuik tersebut akhirnya dipertemukan dalam sebuah prosesi yang disebut Tabuik Basanding. Momen penyatuan ini melambangkan rekonsiliasi dan perdamaian di antara kelompok masyarakat yang terlibat.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian festival, usungan Tabuik akan diarak menuju Pantai Gandoriah untuk dilarungkan ke laut. Pelarungan ini menjadi simbol pelepasan semua duka dan malapetaka, sekaligus membuang kesedihan atas tragedi masa lalu ke lautan lepas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....