Festival Tabut Bengkulu, Tahun Ini Kembali Masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN)
- 09 Jun 2026 09:36 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Festival Tabut merupakan salah satu agenda budaya terbesar di Bengkulu yang paling dinantikan oleh masyarakat setiap tahunnya. Perayaan ini telah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi bagian penting dari kehidupan sosial serta budaya masyarakat Bengkulu.
Selain memiliki nilai sejarah yang kuat, Festival Tabut juga merepresentasikan kekayaan budaya daerah yang diwariskan dari generasi ke generasi. Festival ini sekaligus menjadi daya tarik wisata yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.
Tradisi tahunan ini diselenggarakan bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam, yaitu pada 1 hingga 10 Muharam. Berbagai kegiatan ditampilkan dalam festival tersebut, seperti arak-arakan sakral, pertunjukan musik dol dan seni budaya Bengkuli, serta bazar yang melibatkan pelaku UMKM.
| Baca juga: Fakta Ubud Open Studio Festival 2026 |
Berdasarkan informasi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Festival Tabut 2026 kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN). Penyelenggaraan festival akan dipusatkan di kawasan Sport Center dan Lapangan Merdeka, Kota Bengkulu.
Festival Tabut identik dengan bangunan menyerupai menara hias yang dibuat oleh berbagai kelompok masyarakat. Namun, makna yang terkandung di dalamnya jauh lebih mendalam daripada sekadar sebuah perayaan budaya.
Sejarah Festival Tabut berakar dari peristiwa di Padang Karbala, Irak, yang mengenang gugurnya Imam Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, pada tahun 680 Masehi. Tradisi ini kemudian dibawa ke Bengkulu oleh para pekerja Muslim keturunan India yang datang pada masa kolonial Inggris.
Seiring berjalannya waktu, tradisi Tabut mengalami proses akulturasi dengan budaya lokal Bengkulu tanpa menghilangkan nilai-nilai dasarnya. Dari sebuah ritual komunitas, Tabut berkembang menjadi festival budaya yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat dan menjadi bagian dari identitas daerah.
Festival Tabut juga menjadi wadah pelestarian seni dan budaya lokal yang kaya akan nilai tradisi. Berbagai atraksi khas Bengkulu ditampilkan selama festival berlangsung, mulai dari pertunjukan musik dol, tari kreasi Tabut, permainan rakyat tradisional, hingga pameran seni dan kerajinan daerah.
Nilai budaya yang terkandung dalam Festival Tabut mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Bengkulu. Pada tahun 2026 ini, festival Tabut dijadwalkan berlangsung selama 10 hari pada 15 hingga 25 Juni, bertepatan dengan momem tahun baru Hijriah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....