Wisata Sejarah Museum Puro Pakualaman
- 31 Mei 2026 21:47 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan- Museum Puro Pakualaman merupakan museum khusus yang hanya menggambarkan budaya dan sistem pemerintahan Kadipaten Pakualaman. Museum ini berada di bawah naungan bebadan Museum Puro Pakualaman.
Dikutip dari laman Bidang Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta bahwasanya, Atas persetujuan Sri Pakualam VIII, pada tahun 1981 diadakan pembenahan museum menyusul turunnya surat rekomendasi No. 021/I.131D.1981, tertanggal 29 Januani 1981. Pemerintah memberikan bantuan tenaga konsultan dengan tujuan agar museum dapat mengawali kegiatan inventarisasi dan katalogisasi benda-benda koleksinya.
Museum Puro Pakualaman menempati 3 ruang pameran tetap yang masing-masing berukuran 8x14m2. Terletak didepan pendopo sayap timur, kompleks Puro Pakualaman. Untuk memasuki komplek tersebut kita harus melewati gerbang yang disebut Regol Wiworo Kusuma Winayang Reko yang berarti keselamatan keadilan dan kebebasan.
Koleksi yang dimiliki di museum ini antara lain naskah-naskah termasuk terjemahan perjanjian politik sebagai dasar berdirinya Kadipaten Pakualaman, foto-foto dokumentasi, serta peralatan dapur. Selain itu terdapat wisata kerajaan seperti Singgasana Sri Paku Alam I, paying kebesaran Songsong Bhara dan Songsong Tunggul Naga, tombak dan perisai yang digunakan dalam tarian Bondoyudho, serta busana kebesaran Raja-Raja Pakualaman.
Terdapat juga koleksi kereta kerajaan, diantaranya kereta bernama Kyai Roro Kumenyar dan Kyai Manek Koemolo yang digunakan untuk upacara penobatan Paku Alam yang baru.
Saat melangkah masuk, pengunjung akan disambut oleh sebuah pintu gerbang ikonik yang bernama Regol Wiwara Kusuma. Gerbang bergaya arsitektur tradisional bercampur kolonial ini dibangun pada tanggal 7 Agustus 1884 semasa pemerintahan Sri Paku Alam V.
Di bagian atasnya, terukir lambang mahkota Praja Pakualaman beserta hiasan tanaman lunglungan yang anggun. Tepat di bawah pahatan angka tahunnya, terdapat prasasti huruf Jawa berbunyi "Wiwara Kusuma Winayang Reka" yang mengandung makna mendalam, yakni "Pengayom Keadilan dan Kebijaksanaan".
Eksplorasi di dalam museum dibagi ke dalam tiga ruangan pameran tetap yang menyajikan lini masa sejarah yang runtut. Pada ruangan pertama, fokus pameran diarahkan pada silsilah keluarga, asal-usul, dan dokumen politik. Di tempat ini, pengunjung dapat menyaksikan pohon silsilah agung penguasa Pakualaman dan raja-raja Mataram yang ditulis tangan di atas media kulit kayu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....