Keindahan Taman Nasional Kelimutu Flores NTT

  • 31 Mei 2026 05:12 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- Taman Nasional Kelimutu yang terletak di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, terkenal di dunia karena fenomena tiga danau kawah vulkaniknya yang dapat berubah warna secara alami. Fenomena unik ini dipengaruhi oleh mikroba serta suhu gas dan kandungan mineral di dalam kawah.

Berikut adalah hal menarik dari Danau Kelimutu yang kami kutip dari laman Kementerian Pariwisata melalui Badan Otorita Labuan Bajo flores.

Fakta Menarik dan Mitos

Danau berwarna hijau lumut dinamakan Tiwu Nuwa Muri Kofai dengan kedalaman kurang lebih 127 meter dan luas 5,5 hektare. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, danau ini merupakan tempat berkumpulnya arwah muda-mudi yang telah meninggal dunia.

Danau berwarna hijau yaitu Tiwu Ata Polo memiliki kedalaman kurang lebih 64 meter dengan luas 4,5 hektare dan warnanya sering berubah-ubah. Masyarakat meyakini danau ini merupakan tempat bagi arwah orang-orang yang semasa hidupnya sering berbuat kejahatan.

Danau yang terakhir adalah Tiwu Ata Mbupu dengan kedalaman kurang lebih 67 meter dan luas 4 hektare. Danau ini dipercaya sebagai tempat bersemayamnya arwah para leluhur yang telah lanjut usia.

Waktu Terbaik dan Panduan Perjalanan

Jika Anda ingin berkunjung ke Taman Nasional Kelimutu untuk mendapatkan pemandangan terbaik, berangkatlah di antara bulan Juni - Agustus karena cuaca cenderung cerah dan tidak hujan. Sehingga medan yang dilewati aman, mengingat jalannya yang dipisahkan oleh tebing batu curam dan mudah longsor.

Sedangkan untuk waktu, disarankan untuk berangkat mendaki di antara jam 2 - 3 pagi dari Moni yang merupakan desa terdekat dari Taman Nasional Kelimutu. Hal ini dilakukan agar wisatawan dapat mengejar momen matahari terbit yang spektakuler dari puncak gunung.

Selain menikmati pemandangan danau, Anda juga bisa menikmati lokasi langsung dari habitat beberapa jenis binatang dan tumbuhan yang hampir punah. Kawasan ini menjadi rumah bagi satwa endemik seperti burung Garugiwa yang memiliki kicauan merdu dan khas.

Flora unik seperti pohon Pinus, Kesambi, dan Edelweis juga tumbuh subur menghiasi sepanjang jalur pendakian. Keanekaragaman hayati inilah yang menjadikan taman nasional ini sebagai kawasan konservasi yang sangat dijaga kelestariannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....