Kampung Wae Rebo, Kampung Warisan Diakui UNESCO
- 30 Mei 2026 17:16 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan- Kampung Wae Rebo merupakan permukiman adat terpencil yang terletak di Desa Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Desa yang dijuluki sebagai "kampung di atas awan" ini berada di ketinggian (pm 1.200) meter di atas permukaan laut dan dikelilingi oleh pegunungan yang asri.
Kampung ini memiliki tujuh bangunan rumah utama berarsitektur sangat unik yang dikenal oleh masyarakat setempat sebagai Mbaru Niang. Bangunan tradisional ini memiliki bentuk kerucut melingkar dengan tinggi dan diameter yang dibuat sama persis antara satu dan lainnya.
| Baca juga: Melihat Keindahan Alam Yogyakarta |
Setiap unit Mbaru Niang biasanya dihuni oleh tujuh hingga delapan kepala keluarga yang hidup berdampingan. Seluruh penghuni di dalam rumah ini hidup bergotong royong dalam menjaga kelangsungan adat istiadat leluhur mereka secara turun-temurun.
Komitmen masyarakat adat dalam melestarikan warisan budaya tersebut membuat Kampung Wae Rebo mendapatkan pengakuan bergengsi. Pada Agustus 2012, UNESCO menganugerahi desa ini sebagai Warisan Budaya Dunia atas keberhasilannya merawat tradisi lokal.
Untuk mengunjungi destinasi ini, wisatawan harus menempuh perjalanan darat sejauh 65 kilometer dari pusat Kota Ruteng menuju Kampung Denge. Dari titik Denge, perjalanan akan dilanjutkan menggunakan kendaraan bermotor sejauh 6 kilometer melintasi medan berliku hingga tiba di Desa Dintor.
Petualangan utama baru dimulai dari Desa Dintor atau Denge, di mana pengunjung diwajibkan melakukan trekking atau pendakian menyusuri hutan lebat. Jalur pendakian yang memakan waktu sekitar tiga jam ini juga akan menantang wisatawan untuk melintasi bibir jurang dan menyeberangi sungai.
Setelah melewati perjalanan yang melelahkan, keindahan arsitektur dan suasana magis kampung ini akan menyambut kedatangan para pendaki. Banyak wisatawan hingga peneliti yang rela berlama-lama di lokasi ini untuk mendalami sejarah dan kebudayaan suku Manggarai.
#Artikel ini diambil dari laman Kementerian Pariwisata melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....