Chuja-do: ternyata dari Sini Asal Ikan Termahal di Korea yang Jarang Diketahui Orang!

  • 13 Mei 2026 20:07 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bengkulu - Pulau Chuja-do merupakan gugusan pulau indah yang terletak tepat di titik tengah antara daratan utama Korea Selatan dan Pulau Jeju. Lokasinya yang strategis menjadikannya sebagai pertemuan arus laut yang kaya akan keanekaragaman hayati laut yang melimpah.

Secara administratif, kepulauan ini terdiri dari empat pulau utama yang berpenghuni dan tiga puluh delapan pulau kecil lainnya yang tidak berpenghuni. Keindahan alamnya yang masih asli menawarkan pemandangan tebing-tebing curam yang kontras dengan biru jernihnya air laut di sekelilingnya.

Salah satu daya tarik utama bagi para petualang adalah jalur pendakian Jeju Olle Route 18-1 yang melintasi perbukitan pulau ini. Pengunjung dapat menikmati panorama spektakuler dari puncak Tebing Navalon yang terkenal sebagai salah satu spot foto terbaik di Korea Selatan.

Ekonomi dan Potensi Energi Terbarukan

Chuja-do telah lama dikenal luas sebagai pusat penghasil ikan kerisi kuning atau gulbi dengan kualitas terbaik di seluruh negeri. Menurut laporan dari Jeju Tourism Organization, industri perikanan ini merupakan tulang punggung utama ekonomi bagi sebagian besar penduduk lokal sejak lama.

Selain sektor perikanan, saat ini pemerintah Korea Selatan sedang menjajaki potensi pengembangan ladang angin lepas pantai di sekitar perairan kepulauan tersebut. Mengutip data dari Yonhap News, proyek energi terbarukan ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pasokan listrik hijau di masa depan.

Aksesibilitas dan Tradisi Lokal

Wisatawan yang ingin berkunjung dapat menggunakan layanan kapal feri reguler yang berangkat dari pelabuhan Jeju maupun pelabuhan Wando. Perjalanan laut tersebut memberikan pengalaman unik karena penumpang bisa melihat jajaran pulau-pulau kecil yang tersebar di sepanjang Selat Jeju.

Festival Ikan Gulbi yang diadakan setiap tahun menjadi perayaan budaya yang paling dinanti oleh warga setempat maupun wisatawan mancanegara. Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang promosi produk lokal, tetapi juga menjadi sarana pelestarian tradisi maritim yang telah diwariskan secara turun-temurun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....