Tanpa Piala Dunia, China Temukan Roh Sepak Bola lewat Village Super League
- 22 Jul 2026 21:09 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bengkulu - Di tengah kegagalan tim nasional menembus panggung Piala Dunia, masyarakat China justru menemukan gairah sepak bola yang sesungguhnya dari pelosok desa. Melalui kompetisi amatir bernama Village Super League atau Cun Chao, sepak bola akar rumput berhasil menyedot perhatian jutaan pasang mata di seluruh negeri.
Turnamen bertema pesta rakyat ini digulirkan di Kabupaten Rongjiang, Provinsi Guizhou, dengan melibatkan para pemain dari beragam latar belakang profesi lokal. Mulai dari petani, penjual daging, hingga pengemudi truk bertanding secara penuh totalitas demi membawa harum nama desa mereka.
Atmosfer pertandingan terasa sangat meriah karena dipadukan dengan pertunjukan seni tradisional suku minoritas serta pembagian kuliner khas daerah secara gratis. Suasana autentik tanpa komersialisasi berlebihan inilah yang membuat Cun Chao terasa jauh lebih murni dan merakyat dibandingkan kompetisi profesional.
Fenomena ini menjadi kontras yang tajam bagi kondisi tim nasional China yang kerap diterpa kritik tajam akibat performa buruk dan skandal internal. Banyak penggemar menilai bahwa semangat pantang menyerah para pemain amatir desa justru mencerminkan roh sepak bola sejati yang sempat hilang dari panggung utama.
"Kami bertanding bukan demi uang atau ketenaran, melainkan karena kecintaan murni pada sepak bola dan kebanggaan atas komunitas kami," ujar Dong Hang, salah satu pemain lokal yang juga berprofesi sebagai guru. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kebersamaan dan emosi warga menjadi bahan bakar utama keberhasilan turnamen ini.
Menurut ulasan dari media Xinhua, Cun Chao telah membuktikan bahwa budaya olahraga yang kuat tidak bisa dibangun secara instan dengan uang, melainkan harus tumbuh secara organik dari akar rumput. Pendekatan berbasis komunitas ini dinilai berhasil mengembalikan esensi dasar olahraga sebagai sarana penyatu masyarakat.
Kini, Village Super League tidak hanya menjadi hiburan lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah secara signifikan. Keberhasilan turnamen desa ini memberi pelajaran berharga bahwa gairah sepak bola China tetap menyala terang meski tanpa megahnya panggung Piala Dunia.
Sumber
- Kutipan Pemain/Pelaku Lokal: Disadur dari wawancara Dong Hang (pemain/guru di Rongjiang) dalam liputan dokumenter kompetisi Cun Chao.
- Pengamatan & Analisis: Berdasarkan laporan etnografi dan olahraga dari kantor berita Xinhua serta South China Morning Post (SCMP) mengenai fenomena Village Super League (村超) di Kabupaten Rongjiang, Provinsi Guizhou.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....