Mengenal Awan Cumulonimbus, Awan "Hujan Badai"
- 26 Apr 2024 09:47 WIB
- Bintuhan
KBRN, Bintuhan : Awan terbuat dari tetesan air atau kristal es yang sangat kecil dan ringan. Sehingga mampu bertahan di udara. Meski tampak serupa, ada berbagai macam awan yang memiliki nama dan karakter berbeda. Perbedaan tersebut didasarkan pada bentuk dan ketinggian awan di langit.
Salah satu jenis awan adalah awan cumulonimbus. Cumulonimbus berasal dari bahasa Latin, yakni cumulus yang artinya tumpukan dan nimbus berarti hujan badai.
Dikutip dari laman resmi BMKG, awan cumulonimbus adalah awan yang memiliki bentuk lebat dan padat. Bagian atas dari awan cumulonimbus terdiri dari es yang menyebar secara horizontal dalam bentuk sebuah landasan (anvil) atau jambul (plume).Awan cumulonimbus merupakan awan yang bercampur dengan petir dan hujan lebat.
Awan cumulonimbus juga termasuk dalam variasi awan yang mengandung presipitasi atau kondensasi uap air di atmosfer. Beberapa awan cumulonimbus memiliki pusaran dan turbulensi yang sangat kuat, ditandai dengan kilatan petir di inti awan (vortex).
Kilatan tersebut disebabkan oleh tetesan terionisasi di awan yang saling bergesekan sehingga muatan statis yang terbentuk menciptakan kilat. Kumpulan awan cumulonimbus dapat mengakibatkan hujan petir, angin kencang, banjir bandang, bahkan tornado. Meski begitu, curah hujan dari awan cumulonimbus biasanya hanya berlangsung sebentar atau tidak terlalu lama.
Itu karena awan cumulonimbus membutuhkan banyak energi untuk terbentuk serta mengeluarkan banyak energi.
Berikut ini ciri-ciri khusus awan cumulonimbus:
1. Awan cumulonimbus memiliki serat halus di bagian atas
2. Bagian bawah awan cumulonimbus tampak koyak dan berwarna gelap
3. Memiliki tetesan air dan kristal es di bagian atas
4.Dapat menimbulkan hujan besar
5. Dapat menimbulkan kilatan, petir hingga butiran es
6. Awan cumulonimbus memiliki kolom yang menggantung dari dasar awan. Kolom tersebut dapat menjadi tornado atau puting beliung.
7. Awan cumulonimbus terkadang memiliki mammatus/mammas, yakni tonjolan seperti gelembung di bagian bawah.
8. Hujan yang dihasilkan oleh awan cumulonimbus hanya berlangsung selama 20 menit atau kurang.
9. Hujan yang dihasilkan oleh awan cumulonimbus dapat menguap sebelum menyentuh tanah atau yang biasa disebut sebagai virga.
Sementara untuk jenis awan cumulonimbus Mengutip dari Mett Office dan detik.com awan cumulonimbus memiliki 3 jenis. Simak selengkapnya:
1. Cumulonimbus Calvus, Awan ini memiliki bagian atas yang bengkak seperti awan cumulus. Tetesan air di puncak awan belum membeku menjadi kristal es.
2. Cumulonimbus Capillatus, Bagian atas awan ini berserat dan relatif berisi. Tetesan air di awan yang sudah mulai membeku biasanya menandakan hujan akan turun.
3. Cumulonimbus Incus, Awan ini memiliki bagian atas yang berserat dan berbentuk seperti landasan. Jika mencapai puncak troposfer, awan cumulonimbus incus akan menciptakan landasan yang indah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....