Gempuran Game Digital Modern Ancam Eksistensi Permainan Tradisional

  • 06 Okt 2026 13:04 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan – Indonesia memiliki keanekaragaman permainan tradisional yang tersebar di berbagai daerah dan sarat akan nilai leluhur. Jenis permainan ini umumnya mengutamakan interaksi sosial, kegembiraan, serta semangat kebersamaan di antara para pemainnya.

Sayangnya, keberadaan permainan tradisional saat ini makin tergeser oleh maraknya gim modern dan media digital. Kondisi tersebut membuat minat anak-anak terhadap warisan budaya permainan lokal mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Menanggapi fenomena ini, budayawan asal Kaur, Hertawan, menegaskan pentingnya langkah nyata untuk menjaga kelestarian permainan tradisional. Langkah tersebut diperlukan agar warisan seperti congklak tidak sirna ditelan pesatnya arus modernisasi.

"Gempuran permainan modern dan game digital membuat permainan tradisional jadi terlupakan, Untuk itu, ada baiknya kita tetap berusaha melestarikan permainan tradisional sehingga tetap bisa dikenal hingga anak cucu di generasi berikutnya,” tutur Hertawan

Hertawan menilai gempuran gim online telah membuat generasi muda perlahan melupakan keasyikan bermain permainan tradisional. Oleh karena itu, seluruh pihak perlu berupaya mengenalkan kembali budaya ini kepada anak dan cucu sebagai penerus bangsa.

Sebagai langkah konkret, Hertawan secara pribadi aktif membagikan keseruan permainan tradisional kepada anak-anak di lingkungan sekitarnya. Ia bahkan kerap membelikan properti permainan agar anak-anak tertarik berpaling dari gawai.

“Tak bosan saya mengenalkan permainan tradisioanal pada anak anak di rumah dan sekitar, kadang kalau sedang ada rezeki saya belikan properti permainnannya untuk anak anak. Karena anak anak sekarang lebih tergiur mainan modern dan game on line,” kata Hertawan

Salah satu jenis permainan yang terus ia perkenalkan adalah congklak, yang dikenal luas dengan berbagai nama di Indonesia. Permainan ini umumnya memanfaatkan biji kerang, batuan kecil, atau biji tumbuhan sebagai sarana utamanya.

Upaya mengenalkan kembali permainan tradisional dinilai sangat krusial di tengah dominasi teknologi masa kini. Komitmen bersama ini diharapkan mampu menjaga keberadaan congklak dan permainan lokal lainnya agar tetap lestari di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....