Masyarakat Kaur Keluhkan Harga Jengkol Murah
- 30 Sep 2026 19:07 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Masyarakat Kabupaten Kaur mengeluhkan harga jengkol yang murah di tingkat petani lokal saat ini. Komoditas yang sempat menjadi andalan ekonomi warga tersebut kini mengalami penurunan nilai jual yang sangat drastis.
Sebelumnya, para petani masih bisa menikmati harga 8 sampai 10 ribu rupiah per kilogram di pasaran. Namun, saat ini harga jual komoditas tersebut merosot tajam hingga tinggal 5 ribu rupiah lagi per kilogram.
Penurunan harga yang menyentuh angka setengah dari harga normal ini jelas memukul pendapatan para pekebun. Banyak warga yang menggantungkan biaya hidup harian mereka dari hasil panen buah beraroma khas ini.
Andika Salah satunya, Warga Kecamatan Muara Sahung ini menyampaikan keluhannya. Melimpahnya pasokan akibat musim panen raya diduga menjadi penyebab utama melemahnya nilai jual jengkol, ketika barang di pasar sangat banyak sedangkan permintaan tetap, harga secara otomatis akan terkoreksi ke tingkat terendah.
Kondisi ini membuat para petani dilematis karena biaya petik dan transportasi terkadang tidak sebanding dengan pemasukan. Sebagian dari mereka bahkan membiarkan buah jengkol tetap di pohon menunggu situasi pasar membaik.
"Kami berharap ada intervensi atau solusi dari pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga hasil bumi. Setidaknya, harus ada jalur distribusi baru agar komoditas luar daerah bisa menyerap hasil panen dari Kaur," ujarnya.
Jika tren penurunan ini terus berlanjut, daya beli masyarakat di pedesaan dipastikan akan semakin melemah. Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan memantau rantai perdagangan agar petani tidak terus merugi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....