Pemanfaatan Abu Sekam Padi untuk Briket

  • 30 Sep 2026 18:48 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bontuhan - Abu sekam padi yang merupakan limbah hasil pembakaran pertanian dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengisi dalam pembuatan briket. Pemanfaatan material ini membantu meningkatkan kerapatan struktur briket sekaligus menghemat penggunaan bahan baku arang utama.

Proses pencampuran abu sekam dengan serbuk kayu dilakukan menggunakan bahan perekat alami seperti pati tapioka. Formulasi bahan yang seimbang akan menghasilkan briket dengan daya tahan fisik yang baik dan tidak mudah hancur.

Pengujian karakteristik pembakaran briket meliputi pengukuran nilai kalor, lama menyala, serta volume asap yang dihasilkan. Evaluasi ini bertujuan memastikan briket campuran abu sekam layak digunakan sebagai bahan bakar pemanas.

Hasil pengujian kualitas briket campuran abu sekam ini dipublikasikan oleh Herman Susilo dalam penelitian ilmiah berjudul Karakteristik Pembakaran Briket Campuran Arang Kayu Dan Abu Sekam Padi yang terbit pada tahun 2018. Peneliti melaporkan bahwa penambahan abu sekam sebesar 15% tetap menjaga nilai kalor briket berada di atas standar.

Selain persentase campuran, besarnya tekanan pada alat cetak juga memengaruhi kecepatan pembakaran briket saat digunakan. Pemadatan yang tinggi menghasilkan briket yang terbakar lebih lambat sehingga hemat dalam pemakaian.

Kajian mengenai variabel tekanan kempa briket ini dipaparkan oleh Gunawan Wibisono dalam karya ilmiah berjudul Pengaruh Tekanan Cetak Terhadap Laju Pembakaran Briket Bioarang yang terbit pada tahun 2021. Hasil eksperimen mengonfirmasi bahwa tekanan cetak tinggi memperpanjang durasi nyala api hingga satu jam.

Pemanfaatan abu sekam padi menjadi briket memberikan alternatif bahan bakar murah bagi industri rumah tangga di daerah. Pengolahan limbah pertanian ini turut mendukung gerakan pengurangan emisi gas pembakaran terbuka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....