Pemanfaatan Sabut Kelapa Jadi Komposit Pengganti Fiberglass
- 30 Sep 2026 06:54 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Serat sabut kelapa memiliki potensi besar sebagai bahan penguat alami pada pembuatan material komposit ramah lingkungan. Pemanfaatan serat alam ini mampu menggantikan peran serat sintetis seperti fiberglass yang kurang ramah bagi lingkungan.
Proses perlakuan alkali pada serat dilakukan untuk membersihkan kotoran dan meningkatkan daya rekat matriks resin. Permukaan serat yang kasar setelah perlakuan kimiawi akan mengikat bahan matriks dengan jauh lebih kuat.
Pengujian kekuatan tarik dan benturan komposit dilakukan di laboratorium untuk mengetahui sifat mekanis material gabungan tersebut. Data hasil uji ketahanan ini penting sebagai acuan penggunaan komposit pada produk industri kreatif maupun otomotif.
Hasil penelitian karakteristik tarik komposit serat alam ini disusun oleh Yudi Pratama dalam penelitian ilmiah berjudul Uji Kekuatan Tarik Komposit Matriks Resin Berpenguat Serat Sabut Kelapa yang terbit pada tahun 2019. Peneliti mencatat bahwa perlakuan larutan natrium hidroksida meningkatkan kekuatan tarik material hingga 28%.
Selain konsentrasi alkali, orientasi dan panjang serat dalam matriks resin juga memengaruhi ketahanan beban dari komposit. Penyusunan serat secara acak memberikan ketahanan tekanan yang lebih merata ke segala arah dibanding susunan sejajar.
Kajian mengenai pengaruh variasi panjang serat ini dijelaskan oleh Agung Santoso dalam karya ilmiah berjudul Pengaruh Panjang Serat Kelapa Terhadap Ketahanan Imfak Komposit yang terbit pada tahun 2021. Penelitian menyimpulkan bahwa panjang serat optimal lima milimeter menghasilkan ketahanan benturan paling tinggi.
Pengembangan komposit berbasis serat sabut kelapa memberikan nilai tambah bagi limbah perkebunan kelapa yang melimpah di wilayah pesisir. Material ramah lingkungan ini terus dikembangkan untuk pembuatan komponen bangunan dan perabotan rumah tangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....