Mengulik Resep Kue Lumpur Ala Penjual Jajanan Kue di Kaur

  • 22 Sep 2026 14:08 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Bagi pencinta kue basah tradisional dengan cita rasa manis dan gurih, kue lumpur atau yang sering disebut kue bingka dapat menjadi pilihan untuk dinikmati. Kue tradisional ini memiliki tekstur lembut dan legit dengan aroma santan yang khas.

Kue lumpur merupakan salah satu kue tradisional yang masih populer hingga kini dan diwariskan dari generasi ke generasi. Beberapa sumber menyebutkan, sejarah kue lumpur diyakini mendapat pengaruh kuliner Portugis pada masa kolonial, dengan bentuk dan bahan yang disebut memiliki kemiripan dengan pastel de nata.

Seiring waktu, kue lumpur berkembang dengan berbagai variasi di sejumlah daerah di Indonesia, baik dari bahan maupun topping yang digunakan. Dahulu, kue ini kerap disajikan dalam acara istimewa dan adat, sedangkan kini kue lumpur menjadi jajanan yang mudah ditemukan serta digemari berbagai kalangan.

Kue lumpur tergolong sebagai kudapan sederhana karena bahan-bahannya mudah ditemukan di pasaran. Di Kabupaten Kaur, sejumlah penjual kuliner dan jajanan tradisional juga menghadirkan kue lumpur sebagai salah satu menu yang ditawarkan kepada pelanggan.

Juli, salah seorang penjual kue, mengaku kerap menjual kue lumpur sebagai salah satu jajanan yang ditawarkannya. Menurutnya, membuat kue lumpur cukup mudah dilakukan karena bahan-bahannya mudah didapat, sementara resep dan cara pembuatannya juga banyak tersedia di berbagai platform media sosial.

“Kalau versi saya, untuk membuat kue lumpur yang pertama harus disiapkan bahan-bahannya, antara lain 250 gram kentang, 200 gram tepung terigu, 150 gram gula pasir, dua butir telur, 500 mililiter santan, 50 gram margarin, setengah sendok teh vanili, serta garam,” tutur Juli.

“Untuk membuatnya, terlebih dahulu kocok telur dan gula pasir hingga gula larut dan adonan sedikit mengembang. Setelah itu, masukkan kentang yang telah dihaluskan dan aduk hingga seluruh bahan tercampur rata,” lanjut Juli.

“Selanjutnya, tambahkan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil menuangkan santan secara perlahan. Cara ini dilakukan agar adonan tercampur sempurna dan tidak menggumpal, kemudian masukkan margarin yang telah dilelehkan, vanili, serta garam dan aduk hingga adonan halus,” jelas Juli mengenai proses pembuatan kue lumpur versinya.

Menurut Juli, setelah adonan siap, langkah berikutnya adalah menyiapkan cetakan kue lumpur yang tidak lengket. “Panaskan cetakan kue lumpur dan olesi permukaannya dengan sedikit margarin, tuangkan adonan hingga hampir penuh, kemudian masak menggunakan api kecil agar kue matang secara perlahan dan merata,” tutur Juli.

Juli juga menyarankan agar topping kue disiapkan dan ditambahkan ketika adonan mulai setengah matang agar dapat menyatu dengan kue saat proses pemasakan berlangsung. “Saat adonan mulai setengah matang, tambahkan topping berupa kismis atau irisan kelapa muda sesuai selera, lalu tutup cetakan dan lanjutkan proses memasak hingga permukaan kue matang serta bagian bawahnya berubah kecokelatan,” kata Juli.

Setelah matang, kue lumpur dapat diangkat dan disajikan selagi hangat untuk mendapatkan cita rasa yang lebih nikmat. Menurut Juli, penggunaan santan segar dan proses memasak dengan api kecil menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan kue yang lembut, matang merata, dan tidak mudah gosong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....