Cegah Penyebaran DBD Puskesmas Mentiring Bagikan Bubuk Abate
- 18 Sep 2026 18:57 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Puskesmas Mentiring memberikan bubuk abate kepada masyarakat Desa Karang Dapo sebagai langkah pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), Rabu , 16 September 2026. Upaya tersebut dilakukan setelah ditemukan sejumlah warga yang dinyatakan positif terjangkit DBD.
Sebelumnya, pihak Puskesmas Mentiring bersama pihak terkait telah melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah titik permukiman warga Desa Karang Dapo. Fogging dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memberantas nyamuk dewasa yang berpotensi menjadi penyebar virus DBD.
Setelah pelaksanaan fogging, petugas Puskesmas Mentiring kemudian membagikan bubuk abate kepada masyarakat. Bubuk abate tersebut digunakan untuk membasmi jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di tempat-tempat penampungan air.
Petugas Puskesmas Mentiring, Ridwan, mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan fogging dalam mencegah penyebaran DBD. Menurutnya, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) juga sangat diperlukan.
Ridwan meminta masyarakat rutin menguras dan membersihkan tempat penampungan air serta menutup wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Selain itu, bubuk abate yang telah diberikan kepada warga agar digunakan sesuai petunjuk dan takaran yang disampaikan oleh petugas.
"Setelah fogging, pihaknya memberikan warga bubuk abate. Penggunaan bubuk abate harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan petugas agar dapat membantu membasmi jentik nyamuk di tempat penampungan air," ujar Ridwan.
Pemberian bubuk abate tersebut diharapkan dapat membantu memutus siklus perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang menjadi salah satu vektor penular DBD. Langkah ini juga diharapkan dapat mencegah bertambahnya kasus DBD di Desa Karang Dapo.
Puskesmas Mentiring juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD. Gejala tersebut antara lain demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta munculnya tanda-tanda perdarahan.
"Masyarakat diharapkan tetap waspada dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal. Upaya pencegahan secara rutin melalui PSN, pengelolaan tempat penampungan air, serta pemeriksaan kesehatan sejak munculnya gejala diharapkan dapat membantu menekan risiko penyebaran DBD di wilayah tersebut,"ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....