OMI 2026 Kaur Digelar 7-9 September, Peserta Terlebih Dahulu Jalani Simulasi

  • 07 Sep 2026 21:36 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tahun 2026 di Kabupaten Kaur saat ini memasuki tahap simulasi yang berlangsung sejak 4 hingga 6 September 2026. Simulasi tersebut menjadi bagian dari persiapan peserta sebelum mengikuti tahapan kompetisi OMI secara resmi.

Kepala Seksi Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kaur, Mugiyem, menjelaskan bahwa simulasi dilaksanakan secara bertahap sesuai jenjang pendidikan. Pada Minggu, 6 September 2026, simulasi dilaksanakan untuk tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), sementara tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTsN) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) telah menyelesaikan simulasi pada 4 dan 5 September.

Menurut Mugiyem, setelah tahapan simulasi selesai, OMI tingkat Kabupaten Kaur akan dilaksanakan pada 7 hingga 9 September 2026. Tahapan tersebut menjadi ajang bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan akademik sekaligus kesiapan mereka dalam menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.

"Untuk pelaksanaan OMI tingkat provinsi tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya terdapat pola pelaksanaan yang berbeda, tahun ini kegiatan OMI tingkat provinsi akan dilaksanakan di kabupaten pada 5 hingga 7 Oktober 2026 mendatang," ucapnya.

Dalam pelaksanaan OMI tahun 2026, terdapat sejumlah mata pelajaran yang menjadi materi kompetisi peserta. Mata pelajaran tersebut meliputi Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), serta mata pelajaran sosial yang dilaksanakan secara terintegrasi.

"Kegiatan OMI tidak hanya bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah. Melalui kegiatan tersebut, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki daya saing," ujarnya.

Ia menegaskan, peserta tidak hanya dinilai berdasarkan hasil akhir yang diperoleh dalam kompetisi, tetapi juga melalui proses yang mencerminkan nilai kejujuran, sportivitas dan kerja keras. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter siswa sehingga prestasi akademik dapat berjalan seimbang dengan pembentukan kepribadian.

“Kami berharap OMI tahun 2026 ini menjadi sarana evaluasi bersama bagi guru dan madrasah. Soal-soal yang disajikan bersifat naratif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa tidak hanya berpikir untuk berprestasi, tetapi juga untuk memberi manfaat di lingkungannya,” ujar Mugiyem.

Dengan adanya tahapan simulasi hingga pelaksanaan OMI tingkat kabupaten, Kementerian Agama Kabupaten Kaur berharap seluruh peserta dapat mempersiapkan diri secara optimal. Para siswa juga diharapkan mampu mengikuti kompetisi dengan penuh percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan OMI sebagai pengalaman untuk terus mengembangkan potensi dan kemampuan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....