Kemarau Ekstrem Ancam Bunga Durian Petani di Kaur Rontok
- 05 Sep 2026 06:57 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Musim kemarau ekstrem yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir berdampak pada berbagai aktivitas di sektor pertanian. Salah satu tanaman yang terdampak adalah durian, terutama pohon yang saat ini sedang memasuki fase pembungaan.
Minimnya curah hujan dan ketersediaan air dapat menyebabkan bunga durian mengalami kekeringan, layu, hingga rontok secara massal. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses pembentukan buah dan menurunkan hasil panen petani.
Salah seorang petani di Kaur yang memiliki kebun durian di wilayah BRT, Wawan, mengatakan saat ini durian di Kaur sedang memasuki fase berbunga, namun kekeringan ekstrem dikhawatirkan dapat menyebabkan bunga dan putik durian mengalami kerusakan karena sangat sensitif terhadap kekurangan air. Tangkai bunga yang mengering dapat membuat bunga rontok sebelum proses penyerbukan berlangsung.
“kalau dari pengalam, memeng untuk memicu munculnya bunga dibutuhkan cuaca panas, biasanya kalau abis musim panas lah durian itu berbunga. Namun jika panasnya terlalu lama dan ekstrim, bunga yang sudah timbul akan kering dan banyak yang rontok,” tutur wawan saat berbincang di Anjangsana udara RRI Bintuhan, Jumat, 04 September 2026.
Namun Wawan berharap hujan segera tiba, agar Bunga durian bisa selamat menjadi buah, dan saat panen nanti bisa mendapatkan hasil yang memuaskan. "kalau prediksi BMKG Awal september ini kan kemungkinan berakhir kemaraunya, semoga hujannya segera datang agar bunga duriannya bisa tumbuh menjadi buah," harap Wawan.
Sementara itu, mengutip postingan akun TikTok Kebunduriantasik, cuaca ekstrem berupa suhu yang terlalu panas dan kemarau panjang saat durian sedang berbunga dapat memberikan dampak ganda bagi tanaman. Di satu sisi, kondisi kering diperlukan untuk merangsang pembungaan, tetapi di sisi lain kekeringan yang berlebihan dapat menyebabkan tanaman mengalami tekanan.
Pohon durian memang membutuhkan periode stres air atau kondisi relatif kering untuk merangsang munculnya bunga. Namun, jika kekeringan berlangsung terlalu lama dan disertai suhu yang sangat tinggi, kondisi tersebut justru dapat menyebabkan bunga gagal berkembang dan meningkatkan risiko gagal panen.
Selain kekurangan air, suhu udara yang terlalu panas dan paparan sinar matahari yang berlebihan juga dapat merusak bunga durian. Kondisi tersebut dapat menyebabkan bagian bunga mengalami kerusakan seperti terbakar sehingga menghambat proses pembentukan buah.
Meski demikian, cuaca kering dengan curah hujan yang minim tetap memiliki manfaat bagi tanaman durian karena dapat membantu merangsang fase reproduksi. Kondisi yang kering dan stabil juga dapat mendukung proses penyerbukan karena bunga tidak terlalu basah dan terhindar dari risiko membusuk.
Untuk mengurangi dampak kekeringan, petani dapat melakukan penyiraman secara rutin di sekitar area tajuk pohon guna menjaga kelembapan tanah. Pemberian mulsa organik di bawah pohon juga dapat membantu menjaga kelembapan, menstabilkan suhu tanah, dan melindungi akar serabut dari kondisi terlalu kering.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....