BPBD Bengkulu Selatan Evakuasi Longsor di Desa Padang Niur Bengkulu Selatan

  • 29 Agt 2026 06:35 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Manna – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Selatan bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan evakuasi material tanah longsor di Desa Padang Niur, Kecamatan Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Jumat, 28 Agustus 2026. Bencana tanah longsor tersebut menyebabkan akses jalan sentral produksi menuju perkebunan dan lahan pertanian masyarakat terganggu.

Longsor diduga terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, khususnya Kecamatan Kota Manna, sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Kondisi tersebut diperparah dengan angin kencang sehingga menyebabkan struktur tanah pada bagian tebing tergerus dan material tanah serta bebatuan longsor ke badan jalan.

Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Bengkulu Selatan, Akisar, menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi disertai angin kencang menjadi salah satu faktor terjadinya bencana tersebut. Hujan yang berlangsung cukup lama menyebabkan kondisi tanah menjadi labil sehingga lempengan tanah dari bagian atas tebing mengalami pergeseran dan longsor.

“Diperkirakan longsor terjadi sekitar pukul 21.30 WIB pada Kamis malam. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan kemudian menutup badan jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas menuju kawasan perkebunan dan pertanian milik warga,"ucapnya.

Pada Jumat sekitar pukul 08.00 WIB, Tim TRC BPBD Bengkulu Selatan kembali melakukan evakuasi terhadap material longsoran yang masih menutupi akses jalan. Evakuasi dilakukan secara manual karena alat berat dari Dinas PUPR tidak dapat melewati akses menuju lokasi akibat kondisi jalan yang berada di kawasan tebing dan dinilai membahayakan keselamatan operator.

"Tim TRC BPBD kemudian menggunakan sejumlah peralatan manual seperti sekop dan cangkul untuk membersihkan material tanah dan bebatuan yang menutupi badan jalan. Dalam proses tersebut, petugas BPBD dibantu oleh kepala desa beserta perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat,"katanya.

Sekitar pukul 10.35 WIB, proses evakuasi material longsoran dinyatakan selesai setelah tim berhasil membersihkan sisa tanah dan bebatuan dari badan jalan. Proses pembersihan tersebut berlangsung kurang lebih tiga jam dan akses jalan sentral produksi akhirnya kembali dapat digunakan oleh masyarakat.

"BPBD Bengkulu Selatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang terjadi dalam waktu cukup lama. Masyarakat juga diminta berhati-hati saat melintas maupun beraktivitas di sekitar wilayah perbukitan dan tebing, termasuk di Kecamatan Ulu Manna dan wilayah lainnya yang kondisi cuacanya masih belum kondusif,'ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....