Women's Equality Day, Momentum Mendorong Kesetaraan Perempuan di Ranah Publik

  • 26 Agt 2026 09:10 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Women's Equality Day atau Hari Kesetaraan Perempuan diperingati setiap 26 Agustus sebagai momentum untuk merayakan hak pilih perempuan sekaligus mendorong terwujudnya kesetaraan gender. Peringatan ini juga menjadi pengingat atas panjangnya perjuangan perempuan dalam memperoleh hak sipil dan politik.

Berdasarkan catatan Sejarah, Women's Equality Day tidak terlepas dari pengesahan Amandemen ke-19 Konstitusi Amerika Serikat pada 1920 yang memberikan hak pilih kepada perempuan. Momentum tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjuangan perempuan untuk mendapatkan hak politik.

Perjuangan menuju kesetaraan kembali menguat pada 26 Agustus 1970 ketika Organisasi Nasional untuk Perempuan menggelar aksi mogok massal bertajuk Strike for Equality. Setahun kemudian, pada 1971, Kongres Amerika Serikat secara resmi menetapkan 26 Agustus sebagai Hari Kesetaraan Perempuan.

Peringatan Women's Equality Day menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para aktivis dalam menuntut pemenuhan hak sipil dan politik perempuan. Selain itu, peringatan ini menjadi ruang refleksi terhadap berbagai kemajuan yang telah dicapai dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender.

Di sisi lain, peringatan tersebut juga mengingatkan masyarakat bahwa masih terdapat berbagai tantangan yang harus diselesaikan, seperti diskriminasi, kekerasan terhadap perempuan, serta kesenjangan di dunia kerja. Kesetaraan perempuan dinilai tidak cukup hanya diwujudkan melalui aturan formal, tetapi juga harus memberikan akses dan kesempatan yang nyata dalam berbagai bidang kehidupan.

Sementara itu, menurut Dr.Gushevinalti, S.Sos., Msi, Akademisi & Ketua DWP UNIB, kesetraraan perempuan secara akademias tidak hanya setara dalam hukum atau formal aquality. Tetapi saat ini kesetaraan itu adalah substansif equlity bagaimana perempuan mendapatkan akses secara politik, secara ekonomi dan dalam demokrasi,

"Perempuan juga mempunyai akses yang luas. Tidak terbatas perannya hanya karena ia perempuan,” tuturnya dalam dialog interaktif Bengkulu Pagi Ini, edisi 26 Agustus 2026.

Kesetaraan menurutnya bukan hanya aspek formal, tetapi substantif dari equality itu sendiri. Ketika perempuan mendapatkan kesempatan akses dalam bidang polotik, ekononi, demokrasi, maka perempuan bukan hanya sebagai subjek, tetapi sebagai pembari dampak,

"Karena kesetaraan itu dilihat dari hasil bukan hanya wacana. Kesetaraan perempuan ini memberikan kesempatan pada perembuan untuk menjangkau ranah publik yang lebih luas,” kata Dr Gushevinalty.

Dengan demikian, Women's Equality Day tidak hanya menjadi peringatan atas keberhasilan perempuan memperoleh hak pilih, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya memperluas kesempatan perempuan di ranah publik. Kesetaraan substantif diharapkan dapat terus diwujudkan agar perempuan memiliki akses yang lebih luas dalam bidang politik, ekonomi, demokrasi, serta mampu memberikan dampak bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....