Petani Jagung di Kaur Pasrah Hadapi Gagal Panen akibat Kemarau

  • 10 Agt 2026 09:07 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Kemarau panjang yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Salah satu sektor yang paling nyata terdampak adalah pertanian.

Di Kabupaten Kaur, kemarau mulai dirasakan dampaknya terhadap aktivitas pertanian warga. Tak sedikit petani palawija dan persawahan yang mengalami kerugian akibat gagal panen.

Sabdaryanto, salah seorang petani di Kecamatan Kelam Tengah, mengaku mengalami kerugian akibat gagal panen jagung. Ia menanam jagung pada awal musim kemarau, namun hujan tak kunjung turun sehingga tanaman yang dibudidayakannya mengalami kekeringan dan dipastikan gagal panen.

"Boleh dipastikan tanaman jagung di lahan saya akan gagal panen, sebab sejak ditanam tak kunjung disiram hujan. Karena kering, pertumbuhannya sangat kerdil dan nyaris mati," tutur Sabdaryanto, Minggu, 9 Juli 2026.

Menurut Sabdaryanto, gagal panen jagung yang dialaminya menyebabkan kerugian cukup besar. Kerugian tersebut meliputi modal pembelian bibit, herbisida, pestisida, serta biaya tenaga kerja yang telah dikeluarkan selama proses budidaya.

Meski demikian, Sabdaryanto dan petani lainnya mengaku pasrah dengan kondisi tersebut. Mereka menilai tidak banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah gagal panen apabila kekeringan terus berlangsung akibat kemarau panjang.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi para petani di Kabupaten Kaur yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian. Mereka berharap hujan segera turun agar lahan pertanian kembali mendapatkan pasokan air dan aktivitas bercocok tanam dapat berjalan normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....