Jogja International Kite Festival 2026 Dongkrak Wisata

  • 31 Jul 2026 20:24 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan- Ratusan layang-layang dengan beragam bentuk, ukuran, dan warna-warni yang memikat menari indah mengikuti hembusan angin di langit Pantai Parangkusumo, Parangtritis, Bantul. Pemandangan spektakuler tersebut menandai dibukanya secara resmi gelaran Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026.

‎Perhelatan budaya berskala internasional ini kembali sukses menghadirkan harmoni yang apik antara pelestarian tradisi, kreativitas tanpa batas, dan kebangkitan sektor pariwisata dalam satu panggung megah. Memasuki tahun penyelenggaraan yang ke-11, Jogja International Kite Festival 2026 mengusung tema yang sangat strategis, yaitu “Melayang Bersama Keluarga Mewujudkan Generasi Emas yang Bertradisi, Berbudaya, dan Berinovasi.”

‎Dikutip dari laman Badan Otorita Borobudur Kemenpar, Tema besar ini menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar pertunjukan visual layang-layang di udara, melainkan sebuah ruang komunal yang dirancang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, mempererat hubungan diplomasi antarbangsa, sekaligus membangun karakter generasi muda melalui kegiatan yang sarat akan nilai luhur.

‎Sebagai salah satu agenda wisata unggulan dalam kalender pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, JIKF 2026 tidak hanya menjadi atraksi yang memikat ribuan wisatawan domestik dan mancanegara. Lebih dari itu, festival ini menjadi ruang kolaborasi nyata antara komunitas, pelaku industri pariwisata, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal dalam mempromosikan warisan budaya nusantara ke kancah global.

‎Magnet Wisata Internasional dan Edukasi Budaya

‎Peserta mancanegara menerbangkan layang-layang tradisional unik di Jogja International Kite Festival 2026 Bantul. ‎Pada penyelenggaraan tahun ini, festival diikuti oleh 32 klub layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia serta delegasi resmi dari 17 negara sahabat. Beberapa negara yang turut berpartisipasi di antaranya adalah Amerika Serikat, India, Vietnam, Tiongkok, Lithuania, Brasil, Haiti, Lebanon, Jerman, Tunisia, Malaysia, dan sejumlah negara lainnya.

‎Kehadiran para peserta mancanegara ini memperkuat posisi strategis festival sebagai ajang internasional yang efektif dalam mempererat persahabatan antarbangsa melalui seni serta tradisi permainan layang-layang. Beragam karya layang-layang dengan desain unik, kontemporer, dan artistik menghiasi langit Parangkusumo.

‎Festival ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat nilai-nilai budaya, menumbuhkan kreativitas, memperkuat semangat kolaborasi, serta mendorong lahirnya inovasi baru berbasis tradisi lokal. Dengan suksesnya gelaran ini diharapkan mampu menambah nilai ekonomi bagi pelaku UMKM di kawasan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....