Boarding School Kaur Minim Pelamar Sejak Dua Tahun Terakhir
- 25 Jul 2026 19:50 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID,Bintuhan- Dimulainya sekolah rakyat yang ada di Kabupaten Kaur berdampak kepada sekolah-sekolah serupa terkait jumlah siswa baru yang masuk. Kehadiran sekolah rakyat ini beberapa sekolah yang diperuntukan untuk masyarakat miskin hanya sedikit mendapatkan siswa.
Seperti sekolah di SMPN 35 berasrama Kaur, sekolah dengan format yang sama seperti sekolah rakyat cukup merasakan dampaknya. Dari sebelum-sebelumnya ratusan pelamar yang ingin mendaftar dengan kuota 4 rombel, tahun ini hanya mendapatkan 1 rombel dengan jumlah 32 siswa.
Salah seorang guru di SMPN 35 berasrama atau yang lebih dikenal dengan Boarding School, yang enggan untuk disebutkan namanya mengatakan, sasaran calon siswa sekolahnya kemarin semuanya sudah masuk ke sekolah rakyat. Dengan begitu pihaknya sangat kesulitan untuk mencapai kuota yang diharapkan yakni kurang lebih 130 orang siswa.
Dengan minimnya siswa selama dua tahun terakhir sejak masuknya sekolah sekolah rakyat, membuat para guru disana kekurangan jam mengajar. Sehingga saat ini sudah ada 5 orang guru PNS yang sudah mengajukan permohonan pindah sekolah.
"Tahun kemarin cuma dapat 2 kelas, tahun ini cuma dapat satu kelas, lebih banyak siswa yang tamat dibanding yang masuk. Daerah-daerah yang menjadi target sekolah kami semuanya sudah masuk ke sekolah rakyat,"ujarnya.
Kehadiran program khusus keluarga miskin ekstrem ini langsung menarik perhatian masif dari masyarakat lokal di Kabupaten Kaur. Akibatnya, sekolah-sekolah pembanding yang biasa menampung siswa prasejahtera kehilangan banyak potensi pendaftar baru pada tahun ajaran ini.
Pihak pengelola sekolah swasta kecil maupun madrasah sekitar kini mengeluhkan minimnya jumlah siswa yang melakukan daftar ulang. Sebagian besar orang tua tergiur oleh janji fasilitas gratis berupa asrama, seragam, hingga jaminan makan penuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....