Strategi Pengendalian Hama Ulat Grayak pada Tanaman Jagung Secara Ramah

  • 23 Jul 2026 18:25 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Hama ulat grayak merupakan salah satu musuh utama para petani jagung karena kemampuannya merusak pucuk daun muda dalam waktu yang sangat singkat. Serangan hama ini dapat menyebabkan tanaman gagal membentuk tongkol jagung secara sempurna dan memicu kerugian panen yang cukup besar.

Studi dari Wibowo (2023) dalam Jurnal Perlindungan Tanaman dan Hama Tropis berjudul "Efikasi Ekstrak Daun Mimba Terhadap Larva Spodoptera frugiperda", mengupas penanganan ramah lingkungan ini. Riset menyimpulkan bahwa penyemprotan biopestisida berbahan daun mimba efektif menekan nafsu makan ulat tanpa merusak populasi musuh alami.

Pengamatan rutin terhadap keberadaan kelompok telur ulat di bagian bawah daun jagung harus dilakukan sejak tanaman berumur dua minggu. Jika ditemukan kelompok telur berwarna putih seperti kapas, petani dapat langsung mengutip dan memusnahkannya secara manual sebelum telur menetas.

Pemanfaatan agen hayati seperti jamur patogen serangga juga menjadi pilihan cerdas untuk mengendalikan populasi ulat di lahan pertanian. Jamur bermanfaat ini akan menginfeksi tubuh ulat grayak hingga mati dan meluruh secara alami di dalam tanah tanpa meninggalkan racun kimia.

Penanaman tanaman pemikat seperti bunga matahari di pinggir area kebun juga sangat disarankan untuk menarik kedatangan serangga penyerbuk dan predator alami. Keseimbangan ekosistem di sekitar lahan jagung akan terjaga dengan baik sehingga hama tidak berkembang secara liar.

Berdasarkan riset dari Nugroho (2025) dalam Jurnal Agrikultur dan Pengendalian Hayati berjudul "Pengaruh Tumpangsari Jagung dan Kedelai Terhadap Populasi Hama", kualitas lahan diuji. Data penelitian membuktikan bahwa sistem tanam tumpangsari mampu menurunkan intensitas serangan hama ulat grayak hingga mencapai angka 40 persen.

Menerapkan pola pengendalian hama terpadu merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga kesehatan tanah sekaligus keamanan pangan kita. Yuk, dukung penggunaan teknik pertanian ramah lingkungan agar hasil panen jagung lokal kita semakin berkualitas dan bebas residu kimia!

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....