Pemanfaatan Urin Kelinci Menjadi Pupuk Organik Cair Kaya Nitrogen
- 30 Jun 2026 18:35 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Limbah peternakan kelinci sering kali belum dimanfaatkan secara maksimal oleh para peternak harian padahal memiliki kandungan hara yang sangat tinggi. Urin dari hewan pengerat ini diketahui mengandung unsur nitrogen alami yang jauh lebih pekat dibandingkan dengan kotoran hewan ternak besar lainnya.
Berdasarkan studi dari Pratiwi (2023) dalam Jurnal Agronusa dan Budidaya Tanaman Organik berjudul "Pengaruh Fermentasi Urin Kelinci Terhadap Pertumbuhan Vegetatif Cabai", fase awal diuji. Riset menemukan bahwa aplikasi cairan urin yang telah difermentasi sangat efektif mempercepat pembentukan daun-daun baru yang hijau dan lebar.
Proses pengolahan urin kelinci menjadi pupuk cair tidak bisa langsung disiramkan melainkan harus melalui tahap fermentasi anaerob di dalam wadah tertutup. Petani biasanya mencampurkan satu liter urin segar dengan larutan bioaktivator bakteri pengurai dan sedikit molasses atau air tebu harian.
Campuran tersebut kemudian diaduk hingga rata sebelum wadah ditutup rapat menggunakan segel plastik agar tidak ada udara luar yang masuk. Gas sisa fermentasi yang terbentuk di dalam jeriken harus dibuang secara berkala setiap pagi agar wadah penyimpanan tidak menggembung.
Setelah melewati masa pengeraman selama dua minggu, aroma tajam amonia dari urin akan berubah menjadi wangi asam segar seperti tapai. Pupuk organik cair yang sudah matang ini wajib diencerkan terlebih dahulu dengan air bersih sebelum disemprotkan langsung ke area perakaran tanaman.
Melalui riset dari Kusuma (2025) dalam Jurnal Bio-Sains dan Bioteknologi Pertanian Nusantara berjudul "Optimalisasi Unsur Hara Makro Hasil Dekomposisi Urin Kelinci", kandungan formula dipetakan. Hasil riset menyimpulkan bahwa penambahan bakteri pengurai mampu mendongkrak kadar nitrogen siap serap hingga mencapai angka kenaikan sebesar 45 persen.
Membuat pupuk organik cair sendiri merupakan langkah cerdas untuk menghemat biaya pembelian pupuk kimia harian di tengah fluktuasi harga pasar. Yuk, mulai manfaatkan limbah di sekitar kita untuk menyuburkan tanaman pekarangan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem tanah secara alami!
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....